Program Guru Ngaji Bentuk Perhatian Pemerintah Terhadap Ustadz dan Ustadzah

Guru ngaji di Kabupaten Bandung
Sumber :
  • Istimewa

Euis pun berharap kedepannya ada peningkatan atau penambahan insentif untuk guru ngaji itu, walaupun awalnya para guru ngaji berniat lillahi ta'ala dalam mengajar baca tulis Al-Qur'an di sekolah tersebut. 

img_title Politisi Golkar Atalia Praratya Ultimatum Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Soal Rombel 50 Siswa

"Tapi sampai detik ini, alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Bandung telah memperhatikan para guru ngaji di sekolah, yang awalnya kami mengajar baca tulis Al-Qur'an hanya di madrasah," tuturnya.

Euis pun berharap ada penambahan  waktu mengajar baca tulis Al-Qur'an di sekolah. Dengan waktu selama satu jam dalam setiap minggunya masih kurang, sehingga kurang memberikan manfaat bagi para siswa. Berbeda dengan mengajar baca tulis Al-Qur'an di madrasah yang dilaksanakan setiap hari. 

img_title BSU Juli 2025 Cair Rp600 Ribu, Ini Syarat dan Cara Mengeceknya

Lain halnya yang dikatakan Ustadzah Siti Puspitasari, guru ngaji di sekolah yang sama. Ia mengatakan perlu adanya penambahan pendidikan aqidah akhlak beragama Islam bagi para siswa, terutama bagaimana menghadapi orang yang lebih tua. "Terutama menghadapi guru kita di sekolah, agar para siswa memiliki akhlak yang baik kepada sesama manusia maupun di mata Allah SWT," katanya.

Siti berharap program guru ngaji di sekolah itu dengan waktu satu jam selama seminggu masih kurang, dan berharap ditambah waktu belajarnya minimal dua kali dalam seminggu.

img_title Dedi Mulyadi Umumkan Lomba Kota Terbaik se-Jabar Lewat Insta Story, Hadiah Rp15 Miliar

"Semoga tujuan kita tercapai dalam program guru ngaji ini," harapnya. 

Siti berharap program guru ngaji ini terus berlanjut karena bermanfaat bagi para ustadz/ustadzah maupun para siswa dalam meningkatkan akhlak yang baik di lingkungan sekolah maupun di rumah-rumah mereka.

Sementara itu, Ustadz Aep Saepudin mengatakan sudah selama setahun mengajar baca tulis Al-Qur'an di sekolah tersebut. "Kalau menurut kurikulum harus diisi dengan ilmu tajwid. Bacaan praktek sholat, anak-anak harus bisa," katanya. 

Aep mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bandung dengan adanya program guru ngaji ini. "Melalui program ini, kita betul-betul menyayangi anak-anak melalui pembelajaran agama, mulai belajar baca tulis Al-Qur'an berikut ilmu tajwid, praktek sholat, dan berharap kedepan ada tambahan waktu mengajar. Dari satu Minggu sekali, berharap kedepannya ada tambahan waktu belajar baca tulis Al-Qur-an," tuturnya.