Tangis Kekasih Brigadir J Pecah Usai Ferdy Sambo Divonis Mati

Kekasih Brigadir J, Vera Simanjutak
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA Jabar – Ketua Majelis Hakim Wahyu Imam Santoso menjatuhkan vonis mati mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo terkait kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J Senin, 13 Februari 2023.

img_title Nggak Perlu ke Tukang Servis! Begini Cara Nyalain HP Tanpa Tombol Powe

Mengetahui kabar tersebut, kekasih almarhum Yosua, Vera Simanjuntak pun langsung larut dalam kesedihan. Ia mengatakan kesedihan tersebut pecah setelah mengetahui fakta bahwa sang kekasih benar-benar dianiaya kemudian dituduh yang tidak-tidak.

"Ini bukti, di mana Yosua itu benar-benar dianiaya, kemudian dituduh lagi, jadi benar-benar sedih mendengarnya itu," ujar Vera kepada awak media di Merangin, Jambi.

img_title Bukan Warga Jawa Barat, Dedi Mulyadi Bantu Perempuan Asal Denpasar Bali

"Saya merasa sangat puas, pastinya puas atas hukuman mati itu," tambahnya

Meski demikian, Vera berharap vonis mati ini tidak hanya ditujukan kepada Ferdy Sambo, melainkan para terdakwa lain yang turut terlibat dalam pembunuhan berencana ini seperti Putri Candrawathi, Kuat Maruf hingga Ricky Rizal juga mendapat hukuman yang sama.

img_title Dua Komunitas Lari Dihukum, Kena Denda Rp5 Juta dan Kerja Sosial di Balai Kota Bandung

"Nanti kita tunggu lagi sidang berikutnya, buat Putri, Kuat Ma'ruf maupun Ricky Rizal ya," terang Vera sambil menangis.

Beberapa waktu lalu, Kekasih Yosua ini sempat meyakinkan majelis hakim bahwa kekasihnya benar-benar menjadi korban pembunuhan. Kesaksian ini disampaikannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Rabu 2 November 2022 silam.

Mulanya, Vera menceritakan Yosua sempat menghubunginya via telepon pada tanggal 7 Juli 2022 pukul 20.00 WIB malam. Dia sempat mendapat satu kali miss-call atau panggilan tak terjawab. Dia sempat menghubungi kembali Yosua, namun terputus.

"Lalu 20.30 dia telepon dia bilang 'Kurang ajar orang ini, ibu sakit, aku dituduh. (Saya tanya) 'Ibu sakit, sakit apa?'. (Yosua jawab) 'Nggak tahu saya, aku diancam, berani kau naik ke atas aku bunuh kau'. (Saya tanya) 'Siapa ancam?'. (Dijawab Yosua) 'Ada skuad-skuad di sini'," ujar Vera di ruang pengadilan. Beberapa waktu lalu.

Diketahui, Ibu yang dimaksud dalam percakapan itu adalah Putri Candrawathi. Vera juga mengatakan dirinya bertanya apakah Yosua ada melakukan kekerasan atau tidak terhadap Putri.

"Saya bilang 'Emang abang pukul itu?. (Yosua jawab) 'Nggak'. Terus saya tanya 'abang di mana?'. (Dijawab) 'Di Magelang, yaudah dek entar abang hubungi lagi'," kata Vera bercerita.

Halaman Selanjutnya
img_title