Gubernur Jawa Barat Terpilih Dedi Mulyadi Ungkap Penyebab Kelangkaan Gas 3 Kilogram

Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Istimewa

Jabar – Menurut Dedi Mulyadi Gubernur Jabar Terpilih, kelangkaan ini bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan, melainkan akibat perubahan kebijakan distribusi yang kurang persiapan. 

img_title Dedi Mulyadi Geram, Sampah Pasar Caringin Tak Kunjung Terselesaikan

Kebijakan tersebut bertujuan agar subsidi LPG 3 kg tepat sasaran, namun implementasinya yang tergesa-gesa menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan LPG 3 kg di warung-warung kecil. 

Akibatnya, banyak warga, terutama ibu-ibu, harus mengantre di pangkalan resmi yang jaraknya lebih jauh, menimbulkan kepanikan dan kegelisahan.

img_title HUT Karawang ke-392, Dedi Mulyadi Minta Kota Lebih Rapi dan Estetik

Dedi menekankan bahwa niat baik pemerintah untuk memastikan subsidi tepat sasaran perlu diimbangi dengan perencanaan dan persiapan yang matang. 

LPG 3kg

Photo :
  • istimewa

img_title Fakta Baru, Dedi Mulyadi Klarifikasi Anggaran Dinas Gubernur Jauh dari Isu Rp2,8 Miliar Per Bulan

Ia menyarankan agar warung-warung kecil didaftarkan sebagai sub pengecer dan penerima subsidi didata dengan baik sebelum kebijakan diterapkan. 

Dengan demikian, distribusi LPG 3 kg dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan keresahan di masyarakat. 

Hal ini juga memicu perhatian Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menilai bahwa kelangkaan LPG 3 Kg sebagai langkah pemerintah untuk lebih tepat sasaran ke rakyat miskin.

"LPG 3 Kg memang langkah karena pemerintah bertujuan untuk menyasar ke rakyat miskin."

Lebih lanjut, Bupati Gubernur Jabar tersebut menilai selama ini Elpiji 3Kg bersubsidi belum tepat sasaran, karena banyak orang-orang elit dan kaya yang memakainya.

"Pemerintah sengaja membatasi pemasok LPG 3 Kg agar subsidinya tepat sasaran dan tidak salah ke masyarakat yang SDMnya diatas rata-rata."

Harga Elpiji 3 kg selalu menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada gas subsidi ini. 

Namun, Pemerintah kembali memungkinkan pengecer menjual gas 3 kg, yang sebelumnya hanya dapat dibeli di pangkalan resmi. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan kebijakan ini secara langsung. 

Dengan demikian, pengecer akan berfungsi sebagai sub-pangkalan untuk penjualan gas 3 kg oleh pemerintah dan PT Pertamina.

"Mulai hari ini, pengecer di seluruh Indonesia akan kembali menjual elpiji 3 kg dengan status sebagai sub-pangkalan," ujar Bahlil saat meninjau pangkalan elpiji di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (4/2/2025).