Gubernur Jawa Barat Terpilih Dedi Mulyadi Ungkap Penyebab Kelangkaan Gas 3 Kilogram
- Istimewa
Jabar – Menurut Dedi Mulyadi Gubernur Jabar Terpilih, kelangkaan ini bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan, melainkan akibat perubahan kebijakan distribusi yang kurang persiapan.
Kebijakan tersebut bertujuan agar subsidi LPG 3 kg tepat sasaran, namun implementasinya yang tergesa-gesa menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan LPG 3 kg di warung-warung kecil.
Akibatnya, banyak warga, terutama ibu-ibu, harus mengantre di pangkalan resmi yang jaraknya lebih jauh, menimbulkan kepanikan dan kegelisahan.
Dedi menekankan bahwa niat baik pemerintah untuk memastikan subsidi tepat sasaran perlu diimbangi dengan perencanaan dan persiapan yang matang.
LPG 3kg
- istimewa
Ia menyarankan agar warung-warung kecil didaftarkan sebagai sub pengecer dan penerima subsidi didata dengan baik sebelum kebijakan diterapkan.
Dengan demikian, distribusi LPG 3 kg dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan keresahan di masyarakat.
Hal ini juga memicu perhatian Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menilai bahwa kelangkaan LPG 3 Kg sebagai langkah pemerintah untuk lebih tepat sasaran ke rakyat miskin.
"LPG 3 Kg memang langkah karena pemerintah bertujuan untuk menyasar ke rakyat miskin."
Lebih lanjut, Bupati Gubernur Jabar tersebut menilai selama ini Elpiji 3Kg bersubsidi belum tepat sasaran, karena banyak orang-orang elit dan kaya yang memakainya.
"Pemerintah sengaja membatasi pemasok LPG 3 Kg agar subsidinya tepat sasaran dan tidak salah ke masyarakat yang SDMnya diatas rata-rata."
Harga Elpiji 3 kg selalu menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada gas subsidi ini.
Namun, Pemerintah kembali memungkinkan pengecer menjual gas 3 kg, yang sebelumnya hanya dapat dibeli di pangkalan resmi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan kebijakan ini secara langsung.
Dengan demikian, pengecer akan berfungsi sebagai sub-pangkalan untuk penjualan gas 3 kg oleh pemerintah dan PT Pertamina.
"Mulai hari ini, pengecer di seluruh Indonesia akan kembali menjual elpiji 3 kg dengan status sebagai sub-pangkalan," ujar Bahlil saat meninjau pangkalan elpiji di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (4/2/2025).