BBM Shell Naik Lagi Selisih Bandingkan Dengan Harga Pertamina
- Viva.co.id
VIVA Jabar –Saat ini harga bahan bakar minyak BBM telah mengalami kenaikan dan hal ini bukan hanya terjadi pada seluruh SPBU Pertamina akan tetapi juga shell Indonesia.
Sel kenaikan untuk harga produk Shell Super, Shell V-Power, Shell V-Power Diesel dan Shell V-Power Nitto+.
Dalam kenaikan harga ini merupakan yang kedua dalam tahun 2025 setelah sebelumnya BBM sShell ni mengalami penyesuaian harga pada satu Januari 2025.
Berdasarkan laman resmi Shell Indonesia berikut beberapa daftar BBM SPBU Shell.
Shell Super (RON 92) naik Rp 420 menjadi Rp 13.350 per liter.
Shell V-Power (RON 95) naik Rp 290 menjadi Rp 13.940 per liter.
Shell V-Power Diesel (CN 51) naik Rp 880 menjadi Rp 15.030 per liter.
Shell V-Power Nitro+ (RON 98) naik Rp 260 menjadi Rp 14.110 per liter.
Pada kenaikan harga ini hanya berlaku di berbagai wilayah seperti Jakarta, Banten Jawa Barat dan Jawa Timur.
Selain Shell Pertamina juga telah melakukan sebuah penyesuaian harga untuk BBM non subsidi mulai 1 Februari 2025 lalu dan kenaikan ini harganya hanya berlaku untuk Pertamax Pertamax turbo, pertama green 95 dan Pertamina dex.
Seperti contohnya harga pertamax RON 92 kini menjadi 12.900 setiap liter naik dari sebelumnya 12.500 per liter dan sementara untuk Pertamax turbo RON 98 naik 13.700 per liter dan menjadi 14.000 per liter.
Untuk BBM diesel harga dexlite naik dari 13.600 per liter menjadi 14.600 liter sedangkan untuk Pertamina dex naik 13.900 per liter menjadi 14.000.800 per liter.
Apabila nantinya dibandingkan dengan sel harga BBM Pertamina ini masih lebih terjangkau.
RON 92 (Shell Super vs Pertamax): Rp 13.350 vs Rp 12.900
RON 95 (Shell V-Power vs Pertamax Green 95): Rp 13.940 vs Rp 13.700
RON 98 (Shell V-Power Nitro+ vs Pertamax Turbo): Rp 14.110 vs Rp 14.000
Diesel (Shell V-Power Diesel vs Pertamina Dex): Rp 15.030 vs Rp 14.800.
Dalam kenaikan harga BBM ini tentunya berdampak pada biaya transportasi dan operasional kendaraan, masyarakat sangat diharapkan bijak dalam memilih jenis bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan serta mengelola sebuah konsumsi BBM yang lebih efisien.
Selain itu juga tren kenaikan harga BBM ini juga telah mendorong pertimbangan penggunaan kendaraan listrik atau mencari alternatif energi yang lebih hemat biayanya lagi.