Tren Foto Diubah Menjadi Anime Studio Ghibli, Ini Dampak Negatifnya Jika Menggunakan Fitur AI Ini
VIVAJabar –AI menjadi marak akhir-akhir ini karena fitur yang terbaru dan mudah diakses oleh semua kalangan.
AI juga membuat pekerjaan manusia jadi lebih mudah sehingga banyak kegunaan yang bisa dilakukan oleh Artificial Inteligence (AI).
Artificial Intelligence
- -
Namun, kehadiran teknologi ini bisa membuat kehidupan sehari-hari manusia terancam. Fitur yang serba bisa dan canggih serta bisa membuat ide menarik membuat jasa manusia di bidang kreatif mulai tergeser.
Baru-baru ini, pemilik studio Ghibli, Hayao Miyazaki merasa jijik dengan fitur AI dengan tren yang sedang marak. Chat GPT 4.0 bisa mengubah foto Vivanians menjadi anime khas Studio Ghibli.
Seperti yang kita tahu Studi Ghibli memliki ciri khas anime yang sangat menarik dan banyak dinikmati oleh penggemar anime.
Hayao butuh 1 tahun 4 bulan untuk menghasilkan gambar selama 4 detik, akan tetapi dengan mudahnya fitur AI mengambil gambar hanya dengan hitungan detik.
Menurut Hayao tren ini termasuk penghinaan bagi karyanya dan meminta untuk semua netizen diseluruh dunia untuk menghentikan tren ini.
Dilansir dari laman The Independent (28/3/2025) Hayao Miyazaki merasa jijik karena fitur AI ini membuat jiplakan yang sangat tidak etis dan dipergunakan oleh semua penggunanya.
"Saya benar-benar jijik. Jika Anda benar-benar ingin membuat hal-hal yang menyeramkan, silakan saja. Saya tidak akan pernah ingin memasukkan teknologi ini ke dalam karya saya sama sekali," ujar Hayao Miyazaki.
Dari kasus Hayao Miyazaki tentu kita harus berhati-hati dengan kehadiran AI karena bisa saja kehadirannya mebawa petaka. Lalu apa saja dampak negatif dalam penggunaan aplikasi AI, berikut dampak negatif jika sering menggunakan AI dalam kehidupan sehari-hari.
1. Kurangnya kreativitas
Fitur yang serba guna dan mudah diakses membuat AI semakin memudahkan pekerjaan manusia terutama yang memerlukan banyak kreativitas. Namun, Ai tidak memiliki kecerdasan manusia, hasilnya hanya imitasi dari karya terdahulu.
AI memiliki program yang diketahuinya dan dibatasi oleh algoritma sendiri dan data yang diserapnya karena padasarnya AI memprediksi berdasarkan algoritma data yang telah dimasukan.
2. Tidak adanya empati