Kolaborasi Cegah Wabah DBD Lewat Program 3M Plus
- Istimewa
VIVA Jabar –Pemerintah Kota Bandung menggandeng PT Enesis dalam program pencegahan DBD lewat 3M Plus Mengoles.
Hal ini diperkuat oleh aplikasi Sempati untuk pemantauan digital dan edukasi lewat kader Jumantik di 14 kelurahan.
Program Inovatif Cegah DBD: 3M Plus Mengoles Losion
Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) dengan menggandeng PT Enesis, produsen losion anti nyamuk.
Melalui kolaborasi ini, program 3M (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang) kini ditambahkan dengan langkah baru yaitu "Mengoles" losion, sebagai bentuk perlindungan ekstra dari gigitan nyamuk.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian, mengungkapkan bahwa kasus DBD di Kota Bandung masih tergolong tinggi. Pada tahun 2024, tercatat ada 7.680 kasus, dan dari Januari hingga Juni 2025, jumlahnya sudah mencapai 1.653 kasus.
“Karena angka masih tinggi, perlu penguatan komitmen pemerintah dan keterlibatan masyarakat agar DBD tidak terus meningkat,” ujar Anhar pada Rabu, 2 Juli 2025.
Edukasi Masyarakat Lewat Kader Jumantik di 14 Kelurahan
Sebagai bagian dari kerja sama strategis ini, sebanyak 140 kader Jumantik akan diterjunkan ke tiga kecamatan prioritas: Buahbatu, Coblong, dan Rancasari, mencakup 14 kelurahan. Mereka akan menjadi garda terdepan dalam edukasi pencegahan DBD di lingkungan masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa sanitasi lingkungan yang belum optimal menjadi faktor penyebaran penyakit, termasuk DBD. Dengan program ini, diharapkan bisa menurunkan angka jentik nyamuk di permukiman warga, yang saat ini telah mencapai tingkat kebersihan sekitar 95%.
"Kami terbuka untuk segala bentuk kolaborasi yang bisa meningkatkan kualitas hidup warga. Uji coba program ini dimulai di tiga kecamatan,” kata Farhan.
Satu Rumah Satu Jumantik: Gerakan Pencegahan DBD Hingga Ke Akar
Program ini juga meluncurkan gerakan “Satu Rumah Satu Jumantik”, di mana setiap rumah didorong memiliki anggota keluarga yang aktif memantau dan memberantas jentik nyamuk.
Program ini tidak hanya fokus pada DBD, tetapi juga penyakit lain akibat nyamuk seperti malaria, chikungunya, dan filariasis (kaki gajah).
Farhan menambahkan, peran lurah dan camat, serta kader Posyandu dan PKK sangat penting dalam menggerakkan kegiatan penyuluhan rutin.