Jakarta Berantas Budaya BAB Sembarangan, Tangki Septik Biogas Jadi Solusi Ramah Lingkungan!
- Istimewa
VIVAJabar — Langkah konkret menuju Jakarta yang lebih sehat dan berkelanjutan mulai diwujudkan.
PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (PT JIEP) bersama Pemkot Jakarta Timur resmi membangun tangki septik komunal berbasis biogas di Rusunami Bidara Cina, Senin, 28 Juli 2025.
Fasilitas ini dirancang sebagai bagian dari kampanye Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) dan mendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) warga ibu kota.
“Persoalan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) memang menjadi perhatian, dan karena ini merupakan sesuatu kebutuhan yang mendasar di masyarakat,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Rabu 30 Juli 2025.
“Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung serta atas inisiatifnya dalam memanfaatkan teknologi biogas yang tidak hanya menyelesaikan masalah sanitasi, tetapi juga menghasilkan energi alternatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta seperti ini sangat penting dalam mewujudkan Jakarta yang lebih sehat dan berkelanjutan menuju Kota Global," lanjut Pramono.
Krisis Sanitasi di Jantung Jakarta
Meski Jakarta dikenal sebagai kota modern, data terbaru menunjukkan 9,48% warga Jakarta Timur masih belum memiliki akses ke jamban layak.
Salah satu titik rawan adalah Rusunami Bidara Cina, di mana pembuangan limbah rumah tangga masih dilakukan ke selokan dan bermuara ke Sungai Ciliwung.
“Permasalahan BABS di Masyarakat DKI Jakarta melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan yang langsung menghadirkan solusi nyata kepada 688 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.064 jiwa di Rusunami Bidara Cina,” terangnya.
“Dengan membangun tangki septik komunal berbasis teknologi tepat guna Biogas demi meningkatkan kualitas hidup sehat dan memberikan manfaat secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Inovasi Berkelanjutan: Limbah Jadi Energi
Solusi yang dibawa bukan sekadar tangki septik biasa. Teknologi biogas yang digunakan mampu mengubah limbah domestik menjadi energi alternatif, sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
Fasilitas ini ditargetkan melayani 688 Kepala Keluarga atau lebih dari 2.000 jiwa.
"Kami sangat mengapresiasi langkah PT JIEP yang telah berperan aktif dalam mendukung program Stop BABS melalui pembangunan tangki septik berbasis teknologi biogas,” jelas Munjirin, Wali Kota Jakarta Timur.