Beras di Bandung Stabil, Pemkot: Belanja Secukupnya
- Instagram @heymedia.bdg
VIVAJabar – Pemerintah Kota Bandung memastikan stok beras, baik jenis SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), beras premium, maupun beras khusus, dalam kondisi normal dan mencukupi.
Pasokan tersebut tersedia merata di pasar tradisional serta ritel modern di seluruh wilayah kota.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menyampaikan hasil pantauan di Pasar Sederhana dan sejumlah ritel modern Borma menunjukkan ketersediaan beras tetap stabil.
Harga di pasar tradisional tercatat berada pada kisaran Rp13.500 hingga Rp18.000 per kilogram.
“Dari hasil monitoring, ketersediaan stok beras itu tersedia di pasar tradisional. Menurut informasi dari pedagang, saat ini sedang musim panen. Jadi stok akan bertambah dan ketersediaan semakin stabil,” ujar Ronny di Bandung.
Beras SPHP yang didistribusikan Bulog juga sudah tersebar di sejumlah pasar, di antaranya Pasar Kiaracondong, Gedebage, Sederhana, Ujungberung, Cibogo, Gegerkalong, dan Kosambi.
Untuk beras premium, stok tersedia di ritel seperti Borma, dan Bulog dijadwalkan segera menambah pasokan di jaringan ritel modern.
Ronny menegaskan harga beras premium dipasarkan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp74.500 per 5 kilogram.
Sementara itu, untuk jenis khusus seperti pandan wangi, harga memang dijual sedikit lebih tinggi.
Dia pun mengimbau agar masyarakat membeli sesuai kebutuhan.
“Belanja sesuai kebutuhan saja, baik di ritel modern maupun pasar tradisional,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat, Yudi Hartanto, mengakui sempat terjadi kekosongan beras di beberapa rak ritel akibat keterlambatan distribusi.
Hal tersebut terutama terjadi pada akhir pekan.
“Hari Sabtu jarang ada pengiriman dari gudang ke toko, jadi Minggu sempat kosong. Sejak Senin rak beras sudah kembali terisi,” kata Yudi.
Sebagai langkah antisipasi, sejumlah ritel sempat membatasi pembelian maksimal dua kemasan per konsumen agar distribusi merata.
“Kami berkomitmen menjaga ketersediaan agar masyarakat merasa tenang,” tutup Yudi.
Dengan kondisi pasokan yang terjaga dan harga sesuai aturan, Pemkot Bandung menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir apalagi melakukan pembelian berlebihan.