DPR RI Stop Tunjangan Rumah dan Kunker Luar Negeri

DPR RI
Sumber :
  • Instagram @dpr_ri

VIVAJabar – ‎Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi mengambil langkah tegas menanggapi tuntutan publik dalam aksi “17+8 Tuntutan Rakyat”. 

img_title Mau Paham Kapitalis, Simak Tips Praktis Kelebihan dan Kekurangannya

‎Dua keputusan utama yang diambil adalah penghentian tunjangan perumahan bagi anggota dewan sejak 31 Agustus 2025 serta moratorium seluruh kunjungan kerja ke luar negeri, kecuali untuk menghadiri undangan kenegaraan.

‎Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers pada Jumat (5/9/2025). 

img_title Fakta Baru, Dedi Mulyadi Klarifikasi Anggaran Dinas Gubernur Jauh dari Isu Rp2,8 Miliar Per Bulan

‎Dia menegaskan bahwa keputusan tersebut sudah berlaku sejak akhir Agustus.

‎“Satu, DPR RI menyepakati menghentikan pemberian tunjangan perumahan anggota DPR RI terhitung sejak 31 Agustus 2025,” ujar Dasco.

img_title Dedi Mulyadi Bikin Surat Khusus ke Mendagri, Bongkar Bahaya Pilkades Tanpa Aturan Jelas

DPR RI

Photo :
  • Instagram @dpr_ri

‎Selain itu, mulai 1 September 2025, semua agenda perjalanan luar negeri DPR dibekukan untuk sementara. 

‎Hanya undangan resmi dari negara lain yang menjadi pengecualian.

‎“Yang kedua, DPR RI melakukan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri DPR terhitung sejak tanggal 1 September 2025. Kecuali menghadiri undangan kenegaraan,” tambahnya.

‎Tidak hanya dua poin tersebut, DPR juga sedang menyiapkan langkah lanjutan berupa pemangkasan sejumlah fasilitas dan tunjangan lain yang diterima anggota dewan. 

‎Dasco menyebut, evaluasi tengah dilakukan terhadap berbagai pos biaya seperti daya listrik, jasa telepon, biaya komunikasi intensif, hingga tunjangan transportasi.

‎“DPR RI akan memangkas tunjangan dan fasilitas anggota DPR setelah evaluasi … daya listrik, jasa telepon, biaya komunikasi intensif dan tunjangan transportasi,” jelas Dasco.

‎Dia menekankan bahwa keputusan ini bukan hanya soal pemangkasan fasilitas, tetapi juga komitmen DPR untuk memperkuat keterbukaan kepada masyarakat.

‎Menurut Dasco, DPR RI akan memperkuat transparansi dan partisipasi publik yang bermakna dalam proses legislasi dan kebijakan lainnya.

‎Langkah DPR ini muncul sebagai respons atas 17+8 Tuntutan Rakyat yang sebelumnya disampaikan sejumlah aktivis dan influencer, di antaranya Jerome Polin, Abigail Limuria, serta Andovi da Lopez. 

‎Tuntutan tersebut diserahkan langsung ke DPR dalam aksi di Kompleks Parlemen, Kamis (4/9/2025).