Timnas Indonesia U-17 Kandas di Final, Begini Pesan Menyentuh Nova Arianto

Nova Arianto
Sumber :
  • Pinterest

VIVAJabar – Tim nasional Indonesia U-17 harus menerima kenyataan sebagai juara kedua Piala Kemerdekaan 2025 setelah kalah 1-2 dari tim Mali di Stadion Utama Sumatera Utara pada hari Senin (18/8/2025).

img_title TC di Bulgaria Usai, Nova Arianto Beri Dua Catatan Penting untuk Timnas Indonesia U-17

Pertandingan ini menjadi tantangan besar bagi Garuda Muda, yang sebelumnya menunjukkan performa yang baik selama turnamen. Dua gol cepat dari Mali membuat Indonesia tertinggal, meskipun sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol yang dicetak oleh Fadly Alberto.

Walaupun merasa kecewa dengan hasil akhir, pelatih Nova Arianto tetap menyoroti hal-hal positif yang dapat diambil dari pertandingan.

img_title Tak Mau Latih Timnas Indonesia U-23, Vanenburg Ajukan Permintaan Khusus di SEA Games

Ia berpendapat bahwa laga ini merupakan kesempatan langka untuk menguji keterampilan pemain melawan lawan bertaraf internasional.

“Saya senang melihat pemain banyak belajar dari laga melawan Mali, karena kesempatan seperti ini sangat jarang,” ungkap Nova yang dikutip Viva Jabar.

img_title Lucho Sebut Persib Bandung Harus Menang Lawan PSIM, Jika Tidak...

Nova percaya bahwa meskipun mengalami kekalahan, anak-anak asuhnya menunjukkan kemajuan yang cukup berarti selama turnamen.

Ia juga menambahkan bahwa akan ada evaluasi menyeluruh untuk membangun tim yang lebih kuat. “Setelah ini akan ada evaluasi mengenai penampilan pemain, dan kita lihat siapa saja yang akan kami bawa untuk kompetisi selanjutnya,” tambahnya.

Pelatih berusia 44 tahun itu juga memberikan pujian kepada tim Mali yang tampil solid dan disiplin dari awal pertandingan.

Ia mengakui bahwa kualitas lawan berada di tingkat yang lebih tinggi. “Mali memang sangat baik, mereka memiliki organisasi permainan yang sangat terencana.

Namun justru dari situ kita bisa banyak belajar,” kata Nova dalam wawancara setelah pertandingan.

Selain itu, Nova menekankan pentingnya mentalitas bagi skuad Garuda Muda. Ia percaya bahwa pertandingan seperti ini dapat membentuk karakter pemain agar lebih siap untuk menghadapi kompetisi di tingkat internasional.

“Kita tidak boleh hanya melihat hasil akhir. Yang lebih esensial adalah perkembangan pemain, karena merekalah yang akan menjadi masa depan timnas,” tegasnya.

Dengan Piala Dunia U-17 sebagai target besar di depan, Nova tetap optimis bahwa timnya dapat bangkit dan tampil lebih matang. “Tim ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan.

Halaman Selanjutnya
img_title