Timnas Indoesa Didesak Stop Naturalisasi Jika Gagal ke Piala Dunia 2026
VIVAJabar – Polemik mengenai kebijakan naturalisasi pemain kembali menarik perhatian masyarakat.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Arisal Aziz, menyampaikan pendapat jelas bahwa PSSI seharusnya menghentikan proses naturalisasi jika Timnas Indonesia tidak berhasil lolos ke Piala Dunia 2026.
Dia berpendapat bahwa kebijakan naturalisasi harus memberikan kontribusi nyata terhadap prestasi sepak bola Indonesia.
Jika Timnas tidak bisa mencapai tujuan besar ini, maka naturalisasi dianggap tidak berguna dan hanya menghabiskan sumber daya.
“Kalau pada akhirnya tidak ada hasil, untuk apa kita terus melakukan naturalisasi? Kita sudah mengeluarkan banyak sumber daya, termasuk tenaga, pikiran, dan anggaran,” ujar Arisal Aziz, yang dikutip dalam rapat kerja bersama PSSI dan Kemenpora, Selasa (26/8/2025).
Saat ini, Timnas Indonesia sedang bersiap untuk menghadapi tahap keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Pelatih Patrick Kluivert akan membawa tim untuk menjalani beberapa pertandingan penting pada bulan September mendatang, termasuk pertandingan FIFA Matchday melawan Lebanon.
PSSI telah mengambil berbagai langkah strategis untuk memperkuat tim, salah satunya dengan mengundang pemain keturunan untuk dinaturalisasi.
Pemain-pemain seperti Mauro Zijlstra, Miliano Jonathans, dan Ivar Jenner diharapkan bisa memperkuat area tengah dan pertahanan Garuda.
Namun, Arisal mengingatkan bahwa naturalisasi bukanlah satu-satunya cara untuk meraih prestasi. Dia menilai program naturalisasi harus dilengkapi dengan pengembangan pemain lokal yang baik.
Menurutnya, jika Timnas tidak berhasil memenuhi target lolos ke Piala Dunia 2026, maka PSSI harus mengevaluasi keseluruhan kebijakan ini.
“Kami di DPR bukan anti-naturalisasi, tetapi hasilnya harus terlihat. Jika gagal, lebih baik kita fokus pada pengembangan pemain lokal daripada terus tergantung pada pemain keturunan,” tegasnya.
Pernyataan dari DPR ini menimbulkan perdebatan sengit di kalangan penggemar sepak bola Indonesia.
Pendukung naturalisasi beranggapan bahwa pemain keturunan tetap diperlukan untuk meningkatkan kualitas Timnas, setidaknya sebagai pilihan jangka pendek.
Sebaliknya, penentang naturalisasi berpendapat PSSI harus lebih serius dalam mengembangkan pemain lokal sejak dini agar prestasinya bisa berkelanjutan.
Di media sosial, tagar #StopNaturalisasi dan #GarudaMenujuPialaDunia pun menjadi topik hangat.