Eks Pemain Persib Bandung Bongkar Persaingan Skuad Timnas Indonesia
- tvonenews.com
VIVA Jabar – Mantan pemain Persib Bandung sekaligus legenda Timnas Indonesia, Firman Utina mengungkapkan ketatnya persaingan di skuad Garuda di jamannya.
Ia mengaku untuk melangkah bisa masuk ke skuad utama Timnas Indonesia tak mudah, karena harus merasakan duduk di bangku pemain juga.
Hal ini karena di jamannya terdapat beberapa pemain hebat dan potensial, sehingga cukup sulit untuk masuk skuad utama.
"Saya di Timnas PPD (Pra Piala Dunia) tahun 2002, saya cadangan dengan Uston Nawawi dan Yaris Riyadi, saya bahkan cadangan keempat, karena cadangan ketiga itu dari mereka berdua ini, ada Eduard Ivakdalam," kata Firman Utina saat jadi narasumber di podcast milik Greg Nwokolo.
"Eduard Ivakdalam, kapten Persipura Jayapura, gila," respons Greg takjub.
Timnas Indonesia
- VIVA.co.id
Firman Utina mengatakan bahwa dirinya menjadi pilihan keempat dari daftar cadangan untuk posisi gelandang.
"Saya orang keempat, bagaimana saya bisa kesini? (pemain inti). Saya hanya bisa berdoa agar waktu memutar itu, waktu yang akan memutar itu," ujarnya.
"Sambil waktu memutar itu, mudah-mudahan mereka cedera supaya saya bisa main karena saya butuh dilihat juga, saya sampai berdoa seperti itu karena saya ingin dilihat," ungkapnya bercerita kepada Greg Nwokolo.
Bukan tanpa alasan, Firman Utina mengakui bahwa sosok-sosok yang bersaing dengannya merupakan pemain yang berkualitas.
"Saya nggak akan bisa sampai ke situ kalau tidak punya role model seperti mereka. Saya juga nggak bisa bertahan lama bermain sepak bola jika tidak punya role model seperti mereka," ungkap Firman.
"Saya lihat mereka lari, tidak ada yang (berada) di belakang, saya lari mau ke depan gini, mereka juga lari ke depan," tukasnya.
Legenda yang membawa Persib Bandung juara Indonesia Super League tahun 2014 itu mengungkap betapa bagus fisik seniornya bernama Yaris Riyadi.
"Kamu tahu Yaris Riyadi? VO2 Max nya hampir 67 waktu itu, Uston Nawawi dan Yaris Riyadi, dia umur sudah, karena kebutuhan tim untuk gelandang, harus banyak bergerak, mobilitas tinggi, jadi saya termotivasi dengan itu," pungkasnya.