Persib Bandung Hadapi Jadwal Padat Agustus, Super League dan Playoff ACL 2
VIVAJabar – Persib Bandung memasuki bulan Agustus 2025 dengan jadwal sangat padat di BRI Super League 2025–26 dan playoff Kualifikasi AFC Champions League Two (ACL 2).
Direktur I.League, Ferry Paulus, menjamin jadwal tidak bertabrakan agar Persib bisa tampil optimal di dua kompetisi tersebut.
Pertandingan pembuka Super League digelar pada 9 Agustus di GBLA saat Persib menjamu Semen Padang FC pukul 15.30 WIB.
Setelah itu, tim langsung bersiap menghadapi Manila Digger dalam playoff ACL pada 13 Agustus pukul 19.00 WIB di stadion yang sama.
Jika Persib berhasil menang melawan Manila Digger—runner‑up Liga Filipina 2024/25—mereka bakal melaju ke babak grup ACL 2 zona Timur. Jika kalah, Persib justru akan turun ke AFC Challenge League.
Super League kemudian berlanjut ke laga tandang di 18 Agustus melawan Persijap Jepara, diikuti pertandingan melawan PSIM Yogyakarta (24 Agustus) dan penutup bulan pada 31 Agustus menjamu Borneo FC di GBLA.
Sebagai persiapan, Persib menang 1–0 atas Western Sydney Wanderers pada uji coba 2 Agustus di GBLA. Laga ini sekaligus jadi momen launching jersey, sponsor, dan skuad musim ini.
Jadwal berikut adalah ringkasan pertandingan Persib di Agustus:
* 2 Agustus: Persib vs Western Sydney Wanderers (Uji coba internasional) – 19.00 WIB
* 9 Agustus: Persib vs Semen Padang (Super League) – 15.30 WIB
* 13 Agustus: Persib vs Manila Digger (playoff ACL 2) – 19.00 WIB
* 18 Agustus: Persijap Jepara vs Persib – 19.00 WIB
* 24 Agustus: PSIM Yogyakarta vs Persib – 15.30 WIB
* 31 Agustus: Persib vs Borneo FC (akhir Super League bulan ini) – 19.00 WIB ([Bola.net][4])
Harga tiket untuk laga ACL dan Super League juga sudah dirilis. Bobotoh bisa memilih pembelian tiket satuan atau bundling, termasuk opsi season pass dengan diskon hingga 25 % untuk semua laga kandang.
Dengan tekanan kompetisi domestik dan kesempatan tampil di level Asia, Persib harus menyeimbangkan tenaga dan strategi.
Agustus ini jadi momen krusial bagi juggernaut Bandung untuk menunjukkan dominasi lokal dan ambisi benua.