Merinding, Ini Sejarah dan Fakta Menarik Kebun Raya Bogor
- VIVA
VIVA Jabar – Sudah Pernah ke Kebun Raya Bogor? Tempat kebanggaan Kota Bogor ini ternyata memiliki sejarah yang sangat panjang dari awal terbentuknya.
Kebun yang luasnya 87 hektar ini ternyata telah kokoh berdiri sejak sebelum Indonesia merdeka. Karenanya, Kebun Raya Bogor menjadi saksi bisu saat pejuang Bangsa kita merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Dilansir dari website Jabar Prov, Kebun Raya Bogor didirikan 18 Mei 1817 atas prakarsa Prof. Dr. Reinwadt, seorang ahli botani dari Jerman. Koleksi di Kebun Raya Bogor terdiri dari tanaman tropis dengan jenis tanaman lebih dari 20.000 tanaman yang tergolong dalam 6.000 spesies.
Tempat ini kini menjadi tempat wisata bukan hanya oleh warga Bogor, melainkan dari berbagai Kota di Indonesia. Tanpa berlama-lama lagi simak sejarah dan fakta unik Kebun Raya Bogor.
Sejarah Kebun Raya Bogor
Pada mulanya kebun ini hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan di Hindia Belanda. Namun pada perkembangannya pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dan sebagai wadah bagi ilmuwan terutama bidang botani di Indonesia secara terorganisasi pada zaman itu (1880 - 1905).
Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain. Institusi tersebut seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).
Adanya kebun ini juga tak luput dari pengaruh kedatangan Bangsa Inggris ke Idonesia, adalah Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles (1811-1814) yang ada di baliknya. Cikal bakal Kebun Raya Bogor sudah ada sejak masa pemerintahan Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles. Kebun itu dirintis oleh Raffles dan istrinya Olivia Mariamne Devenish. Alias Olivia Raffles.
Raffles memilih kawasan Buitenzorg (kini dinamakan Bogor) sebagai tempat tinggal. Keputusan Raffles yang tak mau berkantor di Batavia jadi muaranya. Ia tak mau melanjutkan pemerintahan ala pemimpin Hindia-Belanda sebelumnya. Raffles beranggapan berkantor di Batavia sama saja seperti bunuh diri terjangkit penyakit tropis.
Raffles dan istrinya Olivia pun menempati Istana Buitenzorg (kini: Istana Bogor). Keduanya menikmati kehidupan di Kota Hujan itu. Bahkan, Raffles dan Olivia sampai membuat taman Indah di halaman istananya, Semua karena ketertarikan keduanya terhadap dunia botani.