Telkom Indonesia Akui Fitur AI Bantu Jawab dan Kasih Solusi ke Konsumen
Jabar, VIVA - Telkom Indonesia terus mengoptimalkan peran kecerdasan buatan atau fitur AI pada sektor layanan pelanggan, efisiensi operasional perusahaan dan memangkas potensi keluhan konsumen.
EVP Digital Business & Technology PT Telkom, Komang Budi Aryasa menjelaskan, penguatan penggunaan kecerdasan buatan merupakan dampak positif saat penggunaan big data saat Pandemi COVID 19 melalui aplikasi Peduli Lindungi.
“Saat itu, kami mengelola big data dengan total pendaftar sebanyak 250 juta dan 56 juta pengguna aktif harian. Padahal awal mulanya script coding ditulis hanya oleh saya dan beberapa teman programmer," katanya, Minggu 1 Desember 2024.
Komang menilai, singkronisasi data saat pandemi dengan Peduli Lindungi dan aplikasi drafting regulasi jadi cikal bakal meningkatnya kebutuhan fitur AI untuk akselarasi kinerja perusahaan.
Menurut Komang, Telkom memastikan penggunaan fitur AI beroperasi setiap hari melayani semua konsumen disertai data kebutuhan pelanggan.
Artificial Intelligence
- -
"Sebagai operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, kami melayani lebih dari 10 juta pelanggan fixed broadband, 159 juta pelanggan seluler, 714 pelanggan institusi pemerintahan, 618.854 UKM, dan 1.694 perusahaan swasta,” katanya.
“Juga tujuh pelanggan another licensed operator, 382 pelanggan internet service provider, 26 pelanggan transponder dan closed user group, serta 593 pelanggan global partner," tambahnya.
Unit bisnis dengan fitur AI ini di antaranya Consumer & Mobile, Enterprise, serta Wholesale & International Business.
Penerapan fitur AI untuk pelayanan customer yaitu Chatbot AI 24/7 dengan analisis sentimen untuk memahami kerumitan masalah dan kebutuhan pelanggan.
"Ada asisten virtual Customer Care, seperti Chatbot Veronika dan TED. Kemudian, keluhan pelanggan diproses secara AI dan ini efektif mengurangi keluhan 23 persen sampai 32 persen,” katanya.
“Masyarakat yang menggunakan aplikasi MyTelkomsel juga bisa merasakan platform interaksi berbasis AI. Intinya, pengalaman pelanggan bisa dipantau dengan data perpaduan SOC, FM, dan sistem pengelolaan tenaga kerja perusahaan," tambahnya.
Artificial Intelligence
- Freepik.com
Telkom juga mengimplementasikan jaringan berbasis Hyper AI mengakselarasi masalah konsumen yang dipersonalisasi.
"Kami sudah adopsi pemeliharaan proaktif untuk memprediksi kerusakan perangkat serta otomatisasi operasi jaringan,” katanya.
“Dengan konsep Autonomous Network TM Forum, maka terdapat self execution and optimization yakni otomasi tugas manual hingga 95 persen disertai resolusi masalah lebih cepat 5 kali hingga 9 kali peningkatan waktu penyelesaian," tambahnya.