Terduga Pembakar Al Qur'an Dihukum Gantung, Kelompok HAM Iran Protes

Ilustrasi Hukum Gantung di Iran
Sumber :
  • Screenshot berita VivaNews

VIVA Jabar - Dua pria Iran dikenakan hukum gantung karena melakukan penistaan agama. Kedua pria tersebut terang-terangan menghina Nabi Muhammad SAW, mempromosikan ajaran ateisme dan membakar kitab suci Al Qur'an.

img_title Gustika Hatta Lontarkan Sindiran Tajam soal Presiden dan Wakil Presiden di HUT RI ke-80

Kedua pria tersebut diamankan dan ditangkap pada bulan Mei 2023 dan dikenai hukuman gantung pada Senin (8/5/2023) lalu.

Dilansir AP News, Komisi AS untuk Kebebasan Beragama Internasional menjelaskan, kedua pria yang dieksekusi bernama Yousef Mehrad dan Sadrollah Fazeli Zare. Akibat dari hukuman gantung, keduanya meninggal di penjara Arak di Iran tengah.

img_title Trump Ancam Nuklir Iran, Israel Siap Perang Besar

Kedua terpidana dihukum atas tuduhan terlibat dalam saluran di aplikasi pesan Telegram yang disebut 'Kritik Takhayul dan Agama'

Komisi AS menambahkan, kedua pria itu menghadapi kurungan isolasi selama berbulan-bulan dan tidak dapat menghubungi keluarga mereka.

img_title 7 Amalan Malam Ala Nabi untuk Tidur Nyenyak

Sementara itu, Kantor berita Mizan dari pengadilan Iran mengkonfirmasi eksekusi tersebut dan menggambarkan kedua pria tersebut telah menghina Nabi Muhammad dan mempromosikan ateisme. 

Mizan juga menuduh mereka membakar Alquran, kitab suci umat Islam, meskipun tidak jelas apakah pria tersebut diduga melakukan itu atau gambar tersebut dibagikan di saluran Telegram.

Mahmood Amiry-Moghaddam, yang memimpin Hak Asasi Manusia Iran, mengecam eksekusi mati terhadap dua pria karena penodaaan agama, yang dia anggap sebagai 'sifat abad pertengahan' teokrasi Iran. 

"Masyarakat internasional harus menunjukkan dengan reaksinya bahwa eksekusi karena mengungkapkan pendapat tidak dapat ditoleransi," katanya dalam sebuah pernyataan. 

Ilustrasi Hukum Gantung di Iran

Photo :
  • Screenshot berita VivaNews

"Penolakan komunitas internasional untuk bereaksi secara tegas adalah lampu hijau bagi pemerintah Iran dan semua orang yang berpikiran sama di seluruh dunia,"  imbuhnya

Belum jelas kapan Iran bakal melakukan eksekusi terakhirnya atas tuduhan penistaan agama. Negara-negara lain di Timur Tengah, seperti Arab Saudi, juga masih mengizinkan hukuman mati untuk penodaan agama. 

Diketahui, Iran tetap menjadi salah satu algojo top dunia. Bahkan, menurut kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) Iran yang berbasis di Oslo diungkapkan bahwa sudah ada 203 tahanan terbunuh sejak awal tahun 2023 ini. 

Meski demikian, jumlah tersebut bukan eksekusi untuk penodaan agama semata, karena kasus-kasus sebelumnya melihat hukuman dikurangi oleh pihak berwenang. 

Halaman Selanjutnya
img_title