Mandaya Punya Pusat Benjolan Payudara Bernama BRAVE
- Istimewa
Prof Soehartati menuturkan, apabila pasien kanker payudara sudah menyelesaikan rangkaian kemoterapi, maka jendela waktu yang baik adalah kurang dari 28 hari untuk memulai terapi radiasi atau penyinaran.
Diketahui, selain didukung oleh tim dokter spesialis onkologi multidisiplin, Mandaya BRAVE juga dilengkapi Teknologi Radioterapi LINAC Elekta Versa HD. Alat tersebut merupakan alat yang sama digunakan juga oleh MD Anderson Cancer Center Amerika.
Mandaya Royal Hospital Puri
- Istimewa
Tak hanya itu, Mandaya juga memiliki lab patologi anatomi dan klinik khusus yang mampu melihat sifat kimia jaringan tumor atau kanker menggunakan biomarker guna menentukan tipe terapi yang cocok biasa disebut pemeriksaan IHK.
Selain itu, Mandaya BRAVE juga memiliki teknologi pemeriksaan molekular yang mampu mendeteksi kemungkinan kambuhnya kanker payudara. Pada acara ini juga dijelaskan bahwa terdapat terapi kombinasi yang banyak dilakukan dibelahan dunia.
“Imunoterapi dan Kemoterapi merupakan inovasi pengobatan kanker yang dapat meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan membunuh sel kanker. Kombinasi Imunoterapi dengan Kemoterapi menjadi pengobatan lini pertama bagi pasien TNBC (sel kanker payudara tingkat agresivitas tinggi) dan dapat mengurangi risiko kematian hingga 27%, kami terus berinovasi pada pengobatan kanker dan mengikuti perkembangan dunia dengan berkolaborasi medis dengan rumah sakit asal Amerika yaitu Cleveland Clinic USA” jelas dr. Ben Widaja.
Dengan adanya BRAVE sebagai pusat kanker payudara di Indonesia ini, diharapkan pasien Indonesia tidak berobat ke luar negeri, selain menurunkan biaya pengobatan juga mengejar target waktu efektif terapi sebelum kanker menyebar atau menjadi stadium lanjut yaitu dibawah 180 hari.