5 Tips Memilih Sepatu Running Sesuai Kebutuhan, Tren Sehat 2025
VIVAJabar - Sepatu running bukan sekadar perlengkapan olahraga, melainkan penentu kenyamanan, performa, bahkan keselamatan saat berlari.
Memilih sepatu lari yang tepat kini menjadi perhatian penting, terutama seiring meningkatnya tren lari sebagai gaya hidup sehat di kalangan masyarakat urban.
Tidak semua sepatu cocok untuk semua pelari. Faktor bentuk kaki, jenis permukaan lintasan, hingga tujuan latihan harus dipertimbangkan dengan matang saat memilih sepatu running.
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum membeli sepatu lari :
Tipe Kaki dan Gaya Berlari (Gait)
Setiap orang memiliki bentuk telapak dan gaya pijakan yang berbeda. Ada yang overpronasi atau kaki memutar ke dalam secara berlebihan atau supinasi memutar ke luar.
Memilih sepatu yang sesuai dengan pola ini dapat mencegah cedera.
Ukuran dan Kenyamanan
Sepatu lari idealnya memiliki ruang sekitar 0,5–1 cm di depan jari kaki agar ada ruang gerak saat lari.
Jangan tergiur model, prioritaskan kenyamanan dan dukungan di area tumit serta lengkung kaki.
Ilustrasi Sepatu Running
Jenis Lintasan
Sepatu untuk lintasan aspal berbeda dengan sepatu trail running. Gunakan sepatu dengan outsole lebih tebal dan grip kuat untuk lintasan tanah atau berbatu.
Bobot dan Bantalan
Sepatu ringan cocok untuk kecepatan, sementara bantalan tebal membantu menyerap tekanan dan cocok untuk lari jarak jauh. Pemilihan tergantung pada tujuan latihan masing-masing pelari.
Waktu Pembelian
Pembeli disarankan membeli sepatu di sore hari ketika kaki berada dalam ukuran maksimal setelah seharian beraktivitas.
Hal ini membantu memilih ukuran yang paling pas.
Seiring dengan banyaknya brand dan varian sepatu di pasaran, masyarakat diminta untuk tidak hanya mengandalkan popularitas merek, tapi juga melakukan riset dan uji coba terlebih dahulu sebelum membeli.