Dua Beasiswa Kuliah ke Australia Tanpa Repot dan Bebas Pulang ke Indonesia
VIVAJabar – Bagi pelajar Indonesia yang bermimpi kuliah di Australia, ada dua opsi beasiswa yang menawarkan proses pendaftaran lebih simpel dan tidak mewajibkan penerima kembali ke Tanah Air setelah lulus.
Program ini sangat cocok bagi yang ingin fokus studi tanpa ribet birokrasi atau batasan keberlanjutan studi di luar negeri.
1. Australia Awards Scholarship, salah satu program paling dikenal dan cukup “anti-ribet”.
Beasiswa ini mencakup penuh biaya kuliah, biaya hidup, serta tiket pesawat ke dan dari Australia, dan pampasan lainnya.
Proses aplikasi tidak melibatkan syarat-syarat yang terlalu teknis—seperti pesan rekomendasi panjang atau IPK tinggi—sehingga bisa diakses lebih mudah oleh banyak calon mahasiswa.
2. Beasiswa yang ditawarkan Kerjasama universitas Indonesia dengan Monash University, seperti Monash Indonesia Exchange Program dan Innovation Guarantee Postgraduate.
Program ini memberi kesempatan belajar langsung di Australia sekaligus pengalaman industri yang bernilai, dan tidak mengharuskan penerima kembali langsung ke Indonesia pasca studi
Kedua beasiswa tersebut tidak mewajibkan kewajiban tinggal kembali di Indonesia setelah studi selesai, berbeda dengan banyak beasiswa pemerintah seperti LPDP.
Tren ini sering disebut dalam jajaran beasiswa #KaburAjaDulu, yang mulai populer karena banyak orang muda mempertimbangkan peluang kerja dan pengembangan karier di luar negeri .
Meski tanpa kewajiban kembali, beasiswa seperti Australia Awards tetap membawa nilai diplomatis dan jalinan internasional yang kuat—mereka memberikan kesempatan untuk membangun jaringan global sambil menimba ilmu dari universitas ternama di Australia.
Banyak alumni merasa program ini memperluas peluang karier jangka panjang baik di dalam maupun luar negeri.
Namun, calon penerima tetap perlu mempertimbangkan aspek-aspek nyata seperti biaya hidup di Australia yang relatif tinggi serta tantangan adaptasi budaya.
Selain itu, pengalaman dari beberapa penerima beasiswa Papua mengungkap masalah keterlambatan pencairan dana hidup yang berdampak finansial dan psikologis, meskipun ini lebih terkait dengan program lokal, bukan beasiswa resmi pemerintah federal Australia.
Singkatnya, dua beasiswa tersebut memberi jalan bagi pelajar Indonesia untuk menempuh studi di Australia dengan lebih praktis dan fleksibel secara lokasi dan waktu.