Buya Yahya Bagikan Strategi Islami Mendidik Anak Usia Pubertas
VIVAJabar – Orangtua diajak menerapkan pendekatan lembut sekaligus tegas agar anak berakhlak mulia dan rajin belajar.
Pendakwah kondang Buya Yahya menyoroti masa pubertas sebagai fase krusial dalam pembentukan karakter anak.
Dia menyampaikan bahwa pada rentang usia ini, anak mengalami perubahan signifikan secara psikis, emosional, dan spiritual.
Meurut Buya Yahya, fase pubertas ibarat masa pancaroba, anak belum memiliki kemampuan berpikir kritis dan lebih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang tampak menarik secara kasat mata.
Karakteristik itulah yang menuntut orang tua untuk memahami dan membimbing dengan pendekatan yang tepat.
Dia menekankan pentingnya memadukan kelembutan dan ketegasan dalam pola asuh.
Orang tua dianjurkan tidak menghakimi anak ketika salah, melainkan menawarkan nasihat dengan kasih sayang agar anak tetap merasa dihargai dan tidak kehilangan kepercayaan diri.
Lebih jauh, Buya Yahya menyarankan agar orang tua tidak hanya berlaku sebagai otoritas, tetapi juga sebagai teman bagi anak.
Dengan sikap ramah dan terbuka, diharapkan anak merasa nyaman bercerita, sehingga membentuk kedekatan emosional yang kuat.
Keteladanan orang tua juga menjadi poin penting. Anak adalah peniru ulung, sikap lembut, doa, akhlak baik, dan konsistensi nilai agama harus tercermin dari perilaku sehari-hari orang tua agar menjadi contoh nyata bagi mereka.
Buya Yahya juga memperingatkan mengenai masalah pacaran di masa remaja.
Dia menegaskan bahwa Islam tidak membenarkan hubungan antara bukan mahram karena dapat membuka pintu kemaksiatan dan melemahkan kesucian hati anak-anak.
Kesimpulannya, Buya Yahya mengajak para orang tua untuk membekali anak usia pubertas dengan pendidikan akhlak berbasis syariat Islam, yang menekankan sikap lembut namun tegas, teladan kuat, serta lingkungan sosial yang mendukung demi membentuk generasi yang berkarakter mulia dan rajin belajar.