Kenali HIV/AIDS Gejala dan Tips Cara Menghindarinya
VIVAJabar –Human immunodeficiency virus atau yang biasa dikenal dengan HIV merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh sehingga penderitanya akan rentan pada penyakit.
Virus ini akan menyerang sel darah putih, semakin banyak sel darah putih yang rusak semakin lemah pula sistem kekebalan tubuh.
HIV/AIDS
- -
Jika terus dibiarkan, maka kekebalan tubuh akan terus menurun dan rentan pada penyakit. Tubuh yang sudah terpapar dengan HIV disebut penyakit Acquired immunodeficiency syndrome atau yang lebih dikenal dengan AIDS.
Dilansir dari kanal YouTube @Alodokter (1/12/2021) membagikan gejala dari penyakit HIV/AIDS yang terbagi menjadi tiga fase, yaitu.
Fase ke-1: Infeksi HIV Akut
Pada fase pertama akan muncul 1-4 minggu setelah infeksi HIV terjadi, fase awal penderitanya akan mengalami gejala yang mirip flu.
- Sariawan
- Sakit kepala
- Kelelahan
- Radang tenggorokan
- Hilang nafsu makan
- Nyeri otot
- Ruam
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Berkeringat
Fase ke-2: Fase Laten HIV
Fase ini tanda-tanada penyakit HIV tidak terlihat sama sekali dan penderitanya akan merasa sehat bugar, padahal di dalam tubuhnya virus HIV sedang diam-diam menyerang sel darah putih dan membuat mereka lemah terhadap kekebalan tubuh.
Fase ke-3: AIDS
Fase ini merupakan fase puncak dari serangan virus HIV. Fase ini tubuh hampir kehilangan kemmapuan untuk melawan penyakit karena sel darah putih sudah lemah melawan virus tersebut.
Adapun penyakit yang dialami penderitanya ialah.
- Infeksi jamur pada mulut dan tenggorokan
- Pneumonia
- Toksoplasmosis
- Meningitis
- Tuberkulosis (TB)
- Kanker, seperti limfoma dan sarkoma kaposi
Adapun cara untuk menghidanri HIV/AIDS sedini mungkin sehingga sel darah putih tidak terserang penyakit ialah.
- Menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Gunakan kondom secara benar untuk menghindari kebocoran.
- Tidak bergonta-ganti pasangan.
- Menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh orang lain, misalnya melalui luka atau seks
- Tidak menggunakan peralatan pribadi seperti sikat gigi, alat cukur, dan sex toys secara bersama.
- Memulai pengobatan ARV jika Anda berisiko terpapar virus HIV. Selain itu lakukan pemeriksaan status HIV secara rutin.