BPJS Ketenagakerjaan Jamin Program MBG di Daerah
- Istimewa
VIVAJabar – Program Makan Bergizi (MBG) kini menjadi salah satu program strategis pemerintah yang mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Program ini bertujuan memenuhi gizi masyarakat Indonesia dan juga memberdayakan sektor UMKM sebagai rantai pasok utama.
Pelibatan UMKM dalam program ini memberikan dampak positif bagi roda perekonomian nasional.
UMKM saat ini menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dengan menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja di seluruh negeri.
Perluasan keterlibatan UMKM dalam Program MBG
- Istimewa
Namun di balik kontribusi besarnya, terungkap dari data BPJS Ketenagakerjaan. Dari 64,2 juta pengusaha UMKM yang beroperasi di Indonesia, baru 15,6 persen atau sekitar 10 juta yang telah terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menegaskan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja yang terlibat dalam ekosistem program MBG.
Beliau menyatakan bahwa perlindungan ini menjadi bentuk kehadiran negara dalam melindungi hak-hak pekerja.
"Jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting untuk pekerja-pekerja yang terlibat, supaya terlindungi semuanya. Kita tidak pernah tahu jika terjadi apa-apa kepada pekerja-pekerja," ujar Maman.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Kementerian UMKM bersama BPJS Ketenagakerjaan dan Badan Gizi Nasional (BGN) telah mendaftarkan pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Pondok Pesantren Yayasan Al-Kasyaf ke dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari piloting SPPG Ramah UMKM yang dilaksanakan di Cileunyi.
BPJS Ketenagakerjaan memberikan bukti nyata perlindungan. Dalam kegiatan di Cileunyi tersebut, diserahkan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 3 ahli waris pengusaha UMKM dengan total mencapai Rp722 juta.
Perluasan keterlibatan UMKM dalam Program MBG
- Istimewa
Manfaat yang diberikan meliputi santunan kematian, Jaminan Hari Tua, dan beasiswa pendidikan bagi 2 orang anak dari TK hingga Perguruan Tinggi.
Deputi Bidang Kepesertaan Program Khusus dan Keagenan BPJS Ketenagakerjaan, Ady Hendrata, menyatakan optimismenya terhadap kolaborasi ini.
Menurutnya, program MBG bukan hanya mampu mencerdaskan generasi bangsa melalui pemenuhan gizi, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
"Tidak hanya membangun dari pusat tetapi membangun dari ladang, dari dapur, dari pasar dan dari tangan-tangan pekerja kecil yang menopang keberlangsungan hidupnya," tegas Ady Hendrata.