10 Faktor Penyebab Rheumatik

Ilustrasi Sakit Pinggang
Sumber :
  • Screenshot berita VivaNews

VIVA Jabar - Rheumatik alias rematik atau lebih dikenal sebagai rheumatoid arthritis, adalah penyakit autoimun kronis yang mengakibatkan peradangan pada sendi dan jaringan sekitarnya.

img_title ‎6 Kunci Tidur Berkualitas, Cara Sederhana agar Tubuh Lebih Fit

Meskipun penyebab pasti rheumatik belum sepenuhnya dipahami, ada beberapa faktor yang telah diidentifikasi sebagai sesuatu yang berpotensi mempengaruhi terjadinya penyakit ini. 

Berikut adalah faktor-faktor penyebab rheumatik yang perlu Anda perhatikan, dihimpun dari berbagai sumber.

img_title Tanpa Skincare Mahal, 10 Kebiasaan Sepele Ini Bisa Bikin Kamu Awet Muda

Ilustrasi Sakit Pinggang

Photo :
  • Screenshot berita VivaNews

Faktor Genetik

img_title Hati-hati 10 Kebiasaan Sepele yang Ternyata Sangat Berbahaya bagi Kesehatanmu

Ada bukti kuat bahwa faktor genetik berperan dalam risiko terjadinya rheumatik. Jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini, kemungkinan mereka mengalami rheumatik lebih tinggi.

Kelainan Autoimun 

Rheumatik adalah penyakit autoimun, yang berarti sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendi dan menyebabkan peradangan. 

Gangguan pada sistem kekebalan tubuh dapat menyebabkan respons imun yang salah arah, memicu terjadinya penyakit ini. 

Faktor Lingkungan 

Lingkungan memiliki peran dalam perkembangan rheumatik. Paparan terhadap zat-zat tertentu, seperti infeksi bakteri atau virus, dapat memicu respon autoimun yang akhirnya menyebabkan peradangan pada sendi. 

Peran Hormon 

Hormon, terutama hormon wanita, dapat mempengaruhi risiko rheumatik. Kebanyakan kasus rheumatik terjadi pada wanita dalam usia reproduksi, menunjukkan adanya kaitan dengan fluktuasi hormon.

Merokok 

Ilustrasi Berhenti Merokok

Photo :
  • Screenshot berita VivaNews

Merokok diketahui meningkatkan risiko terjadinya rheumatik. Komponen kimia dalam rokok dapat memicu reaksi autoimun yang mengarah pada peradangan pada sendi. 

Infeksi 

Beberapa infeksi bakteri dan virus telah diidentifikasi sebagai pemicu potensial bagi perkembangan rheumatik. Respons imun tubuh terhadap infeksi ini dapat menyebabkan peradangan sendi. 

Obesitas 

Obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya rheumatik dan memperburuk gejala bagi mereka yang sudah menderita penyakit ini. 

Beban berlebih pada sendi dan peradangan terkait obesitas dapat memperparah kondisi. 

Stres dan Psikologis 

Stres kronis dan kondisi psikologis tertentu, seperti depresi dan kecemasan, dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan merangsang peradangan yang berkontribusi pada rheumatik. 

Usia 

Risiko rheumatik meningkat seiring bertambahnya usia. Meskipun penyakit ini dapat terjadi pada berbagai rentang usia, risiko cenderung lebih tinggi pada orang yang lebih tua. 

Halaman Selanjutnya
img_title