Hati-Hati! Daging Hewan Stres Dapat Mudah Terinfeksi Bakteri dan Membusuk

Ilustrasi Daging Kurban
Sumber :
  • Screenshot berita VivaNews

VIVA Jabar - Daging menjadi salah satu bahan baku makanan favorit bagi masyarakat Indonesia. Daging dapat diolah menjadi beragam jenis masakan, berkuah maupun kering.

img_title Stunting Bisa Dicegah Sejak Hamil, Ini Rahasia Penting Bagi Calon Ibu

Namun, ada hal penting yang seringpula luput dari perhatian banyak orang. Dimana kualitas daging juga sangat dipengaruhi oleh kondisi awal hewan tersebut. 

Dalam dunia pangan, dimana hewan ternak seperti sapi, ayam, kambing, dan sebagainya akan diolah daging dan bagian tubuh lainnya, harus diperlakukan dengan baik sebelum mereka disembelih.

img_title Belum Bisa Dikunjungi, Ini Alasan Lembang Park & Zoo Bandung Tetap Tertutup

Cara memperlakukan hewan tersebut diatur dengan ketentuan-ketentuan hukum yang didukung oleh etika dan keilmiahan. Kemudian prinsip-prinsip kesejahteraan hewan diimplementasikan dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Ilustrasi Daging Merah

Photo :
  • Screenshot berita VivaNews

img_title Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Campak, Awas Hati-hati

"Hewan selalu diposisikan sebagai benda dagang, diabaikan sebagai makhluk hidup. Padahal penting bagi kesehatan dan kesejahteraan. Sehingga jika salah urus dapat menimbulkan bencana," ujar Drh R.D. Wiwiek Bagja, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, dalam media briefing bersama Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Dikatakan Dokter Wiwiek, mengurus hewan dengan cara yang salah cenderung dapat menyebabkan hewan tersebut merasa stres. Misalnya, ketika sapi kurban hendak dipotong, ia seharusnya mendapatkan tempat tidur yang nyaman dan makanan yang layak, bukannya diikat berhari-hari hingga kesulitan makan dan bergerak.

Dokter Wiwiek menjelaskan, kondisi stres pada hewan itu nantinya akan berdampak pada kualitas dagingnya. Hewan yang merasa stres sebelum disembelih, dagingnya akan lebih cepat terinfeksi bakteri dan mudah busuk.

"Hewan stres dagingnya akan berbeda, cepat terinfeksi, cepat basi, busuk. (Pada hewan) gelap matanya, ada juga yang pucat," kata Dokter Wiwiek.

Kesejahteraan hewan ini perlu diperhatikan sejak hewan tersebut dalam perjalanan pindah dari tempat ternak hingga tiba di rumah potong. 

Dokter Wiwiek menyoroti proses pengangkutan hewan ternak yang salah seperti halnya mengangkut ayam dengan truk dimana ayam-ayam tersebut diletakkan dalam sebuah box. 

Ilustrasi Hewan Kurban

Photo :
  • Screenshot berita VivaNews

Padahal, kata Dia, dengan kapasitas yang terlalu banyak, ayam akan sulit bergerak hingga menyebabkan sesak napas. Alhasil, ayam justru bisa mati dalam perjalanan. 

Halaman Selanjutnya
img_title