Otto Siap Ajukan PK Ulang di Perkara Jessica

Kasus 'Kopi Sianida', Pengacara Jessica Kumala Wongso (Otto Hasibuan)
Sumber :
  • Screenshot berita VivaNews

VIVA Jabar - Kuasa Hukum Jessica Kumala.Wongso, Otto Hasibuan menyatakan siap mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ulang dalam membantu kliennya yang telah dinyatakan bersalah dalam kasus 'Kopi Sianida'.

img_title Bahaya Korupsi Disebut Ancaman Serius Ekonomi Indonesia

Otto menilai, dalam perkara putusan di kasus Jessica, Majelis Hakim melakukan putusan yang keliru. Untuk itu Ia akan berusaha menempuh upaya hukum kembali dengan melayangkan permohonan pengajuan PK ulang.

Ia meminta berbagai pihak termasuk masyarakat, pemerintah, Mahkamah Agung dan kepolisian untuk mengambil sikap progresif di kasus kopi sianida ini. Sebab, di kasus ini ada kesalahan dalam putusan.

img_title Dua Karyawan Tambang Didakwa Rusak Hutan, Dinilai Salah Alamat

“Masyarakat, pemerintah, Mahkamah Agung, kepolisian, harus berani mengambil suatu sikap secara progesif melihat suatu kasus, apabila suatu kasus sudah inkrah tapi kemudian kita ketahui ada kesalahan di dalam putusan tersebut, maka ini harus kita bongkar,” ujar Otto dalam sebuah tayangan YouTube, dilansir dari VIVA

img_title Pesan Haru Ayah Affan Kurniawan, Minta Ojol dan Mahasiswa Tenang

“Sekarang ini kami sedang proses untuk melakukan persiapan-persiapan untuk membongkar kasus ini,” imbuhnya.

Beberapa sebab yang mendorong Otto melakukan PK ulang ialah berkisar pada kejanggalan tayangan video rekaman CCTV. Ia menduga, bukti CCTV sudah dimanipulasi. Selain itu, Otto pun mendasari alasan autopsi yang dijadikan dasar putusan Majelis Hakim. 

"Sekarang kita mau maju ke depan untuk buktikan siapa yang melakukan manipulasi itu,” jelasnya. 

Jessica Wongso

Photo :
  • intipseleb.com

Soal mengapa Otto Hasibuan mau membantu Jessica Wongso meskipun tidak di bayar sekalipun, dia mengatakan jika sebagai seorang pengacara yang sudah puluhan tahun, salah satu tugas sebagai advokat juga untuk membuka suatu keadilan. 

“Saya kan advokat sudah puluhan tahun, 40 tahun lebih. Saya juga menjadi ketua umum Peradi yang membuat kode etik bersama-sama teman Indonesia yang ada sekarang. Dan memang kita belajar juga sebagai advokat ini bahwa memang bagian daripada perjuangan kita itu adalah acces to justice. Maksudnya kita membuka akses kepada keadilan,” bebernya. 

"Termasuk bagi orang-orang yang tidak mampu secara ekonomi, tidak mampu secara sosial, maupun secara politik,” imbuhnya.  

Pada kasus Jessica ini, ia meyakini jika kliennya itu tidak bersalah. Hal ini bisa dilihat dari fakta-fakta yang ia temukan. Oleh sebab itu, Jessica, kata dia, adalah orang yang harus dibela. 

Halaman Selanjutnya
img_title