Antisipasi Distribusi Logistik Pilkada ke Pulau Terluar
VIVA Jabar –Sebuah distribusi logistik pemilihan kepala daerah serta tahun 2024 ke pulau terluar Kalimantan Selatan pada wilayah kabupaten Kotabaru telah dilakukan terlebih awal.
Karena dalam Komisi pemilihan Umum ini merupakan sebuah kerjasama dengan TNI angkatan Laut dalam pendistribusian logistik untuk mengantisipasi cuaca buruk saat di laut.
M Fahmi Failasopa yang merupakan salah satu anggota Komisi pemilihan Umum provinsi Kalimantan Selatan telah mengatakan bahwa logistik Pilkada 2024 untuk wilayah Kalsel telah dijadwalkan menteri sosialnya pada h -3 saat pemungutan suara yaitu pada hari Minggu.
Karena tiga hari sebelum pemilihan logistik harus sudah mulai bergerak dari gudang logistik KPU kabupaten/kota ke kantor kecamatan.
Akan tetapi bagi daerah terpencil yang dan terluar aksesnya sangat sulit dan harus memerlukan beberapa perlakuan khusus seperti di kabupaten Kotabaru dalam pendistribusian logistik Pilkada dari gudang logistik KPU kabupaten Kecamatan Pulau sembilan akan dilakukan sebelum H-6 pemilihan.
”Khusus untuk distribusi logistik pilkada ke Pulau Sembilan akan dilakukan pada H-6 atau pada 21 November. Distribusi logistik dibantu oleh TNI AL dengan menggunakan KRI Kelambau,” kata Fahmi.
Dan Fahmi juga telah mengatakan bahwa logistik Pilkada untuk 11 tempat ini pemungutan suara TPS di Pulau sembilan telah diangkut menggunakan KRI kelambu dan untuk kapal tersebut akan berlayar pada pagi dari kota baru untuk menghindari cuaca buruk yang biasa ada di laut setelah lewat tengah hari.
”Dengan menggunakan KRI, waktu tempuhnya bisa lebih cepat, sehingga pada hari itu juga logistik yang dibawa dari Kotabaru sampai di Pulau Sembilan. Jadi, pada H-3 semua logistik sudah sampai di kecamatan bahkan desa-desa yang ada di sana,” kata Fahmi.
Akan tetapi bukan hanya di Pulau sembilan kota Baru masih terdapat dua desa di Kecamatan Batang Alai Timur yaitu kabupaten Hulu sungai Tengah yang juga sangat sulit untuk dijangkau kedua desa tersebut merupakan Aing Bantai dan Juhu yang tengah berada di daerah pedalaman pegunungan Meratus.
”Untuk mengirim logistik pilkada ke Aing Bantai dan Juhu, petugas harus berjalan kaki. Karena itu, pengirimannya akan dilakukan pada H-3, sedangkan untuk desa lain bisa dilakukan pada H-2 atau H-1,” ujar Fahmi.