Kronologi KDRT Putri Balqis

Kasus Korban KDRT Jadi Tersangka
Sumber :
  • Berbagai Sumber

VIVA Jabar - Beredar kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dialami seorang wanita di Depok. Korban atas nama Putri Balqis. Tapi, Putri Balqis terpaksa harus berurusan dengan kepolisian karena mendapat laporan balik dari suaminya, Bani.

img_title Ridwan Kamil Tegas Tolak Tes DNA Ulang, Nasib Lisa Mariana Diujung Tanduk

Melansir viva.co.id, ayah Putri Balqis, Noviansyah Siregar menceritakan awal mula KDRT yang dialami anaknya. 

“Awal kejadian itu bulan Februari tanggal 26 itu terjadi di Cinere TKP-nya ya. Awal mula dari si suami ada selisih paham dengan adiknya yang laki-laki, terus dia menceritakan kejadian itu ke istrinya. Kemudian ngga tahu gimana terpengaruh emosi ya mungkin, dia langsung melakukan pemukulan seperti yang ada di foto itu di media yang beredar,” kata Noviansyah.

img_title Heboh, Eks Penyidik KPK Buka Fakta Perbedaan Kasus Nadiem dan Tom Lembong

Karena ulah suaminya ini, Balqis pun tak tahan karena kekerasan fisik seringkali dia dapatkan dari Bani lantas melaporkannya ke kepolisian. Dalam keterangannya, sebelum melaporkan, Balqis diantar visum dan hasilnya dilaporkan ke kepolisian. Namun ternyata suami Balqis membuat laporan balik. Hal itu diketahui Noviansyah dari kuasa hukumnya.  

"Tiba-tiba saya dapat laporan dari pengacara saya, si Bani suaminya ini mengajukan juga visum seolah-olah dia mendapat KDRT dari istrinya nih,” cerita  Noviansyah Siregar, Rabu (24/4/2023).

img_title Tanpa Suporter Tamu, Dua Ribu Personel Dikerahkan Amankan Big Match Persib Bandung vs Persebaya

Noviansyah Siregar menyebutkan, Bani melaporkan Balqis selang 14 hari setelah Balqis lebih dulu membuat laporan ke Polres Depok. 

“Laporan visum itu, yang saya dapat info dari pengacara ya, itu tidak kuat. itu kejadian 14 hari setelah kejadian anak saya. Dalam waktu 14 hari anak saya mulai sembuh, bekas birunya mulai hilang. Tapi yang anehnya rumah sakit mengeluarkan visum itu yang nggak ada apa apa, bahasanya yang divisum itu dia mendapat kekerasan di bagian alat kelamin katanya. tidak bisa saya terima lah alasan itu,” ujarnya

Dia merasa laporan yang dibuat menantunya sangat janggal. Diduga menantunya memanfaatkan penyakit yang diderita sebagai dasar visum dan laporan. 

“Janggal karena dia (Bani) ini punya penyakit bawaan. Ya mungkin penyakit bawan itu yang menjadi alasan. Dia punya hernia. Yang saya tau hernia kalau dia lagi stres suka bengkak. Jadi saksi ahli pidana itu menguatkan jadi unsur jadi bisa dia melaporkan, anak saya lah yang dipanggil,” pungkasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title