Dulu Rugi Miliaran, Kini BUMD Migas Bekasi Setor Deviden 3,7 Miliar

Ilustrasi Perusahaan Minyak dan Gas
Sumber :
  • Pinterest

 

img_title Transformasi Pos Indonesia, Aset Kantor Pos Kini Disulap Jadi Pusat Konektivitas Digital

VIVAJabar – Perjalanan panjang penuh liku akhirnya membuahkan hasil manis. Setelah 16 tahun terjerat utang dan merugi, PT Migas (Perseroda) Kota Bekasi kini bangkit sebagai penyumbang nyata Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian luar biasa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. 

img_title 10 Ide Bisnis Rumahan Modal Kecil Untung Besar, Nomor 3 Paling Banyak Diminati

Sejak dirinya menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota pada 2022, PT Migas masih terjerat utang karyawan dan pihak ketiga, serta mencatat kerugian hingga miliaran rupiah.

Namun dalam waktu kurang dari tiga tahun, PT Migas berhasil membalikkan keadaan dengan kinerja yang mengesankan. 

img_title Dwi Hartono Diduga Otak di Balik Kasus Ilham Pradipta

Bahkan sejak 2023 hingga 2025, perusahaan berhasil menyetor dividen total Rp3,7 miliar ke kas daerah.

"Saat saya menjadi Plt Wali Kota 2022, kondisinya masih minus, penghasilan yang didapat hanya untuk membayar hutang. Banyak hutang karyawan dan pihak ketiga, rugi miliaran,” ujarnya, Selasa 15 Juli 2025.

“Namun sejak progres 2022 akhir hingga ke 2024, PT Migas mampu menunjukan trend yang positif terhadap kinerjanya, dimana mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD),"  tambahnya.

Tak hanya memperbaiki neraca keuangan, PT Migas juga berhasil menaikkan porsi bagi hasil dari kerja sama dengan Foster Oil & Energymdari sebelumnya hanya 10 persen menjadi 20 persen tanpa membebani APBD karena seluruh investasi ditanggung pihak mitra.

Renegosiasi kontrak kerja sama dengan Foster Oil & Energy dan Pertamina kini diperpanjang hingga tahun 2035, lengkap dengan pendampingan hukum dari Kejati Jabar. 

Proyeksinya? Dividen Rp50 miliar dan Dana Bagi Hasil (DBH) migas Rp160 miliar langsung ke APBD Kota Bekasi.

“Saya rasa BUMD lainnya juga bisa meniru kinerja yang dilakukan PT Migas, yang mengejar progres capaiannya dari kondisi yang jauh dari harapan, hingga bisa mengembalikan keadaan menjadi trend positif dan memberikan keuntungan untuk pendapatan daerah," katanya.

Direktur Utama PT Migas, Apung Widadi, menyebut capaian ini berkat keberanian melakukan perubahan besar dalam struktur kerja sama dan efisiensi operasional.

"Alhamdulillah berkat arahan pak Wali, renegosiasi dan perpanjangan dengan KSO berhasil kami lakukan, dimana terjadinya perubahan kesepakatan yang tadinya 90:10, saat ini menjadi 80:20,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title