Terungkap Dalang Pembunuhan Ilham Pradipta Ternyata Mantan Napi Pemalsuan Ijazah

Ilham Pradipta, Kacab BRI
Sumber :
  • Instagram @batanghelp

VIVAJabar – Kasus pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta, yang terjadi pada tahun 2025, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai latar belakang tersangka utama.

img_title Persib Bandung Pinjamkan Dimas Drajad ke Malut United, Ini Targetnya

Tersangka, yang dikenal sebelumnya dengan nama Dwi Hartono (DH), ternyata memiliki keterlibatan dalam kasus pemalsuan ijazah pada tahun 2012.

Pada 11 Oktober 2012, Pengadilan Negeri Semarang memberikan vonis penjara selama enam bulan kepada DH terkait kasus tersebut.

img_title Transformasi Pos Indonesia, Aset Kantor Pos Kini Disulap Jadi Pusat Konektivitas Digital

Setelah menjalani hukumannya, DH diketahui kembali aktif dalam bisnis dan perbankan. Namun, pada tahun 2025, DH kembali menjadi sorotan publik setelah terungkap sebagai otak di balik pembunuhan Ilham Pradipta.

Kepolisian mengungkapkan bahwa DH memiliki catatan kriminal yang cukup panjang, termasuk keterlibatannya dalam berbagai penipuan serta pemalsuan dokumen.

img_title Nadiem Makarim Ditetapkan Tersangka Korupsi Chromebook, Segini Tarif Hotman Paris

 

Keluarga Ilham Pradipta menyatakan bahwa mereka tidak mengenal DH secara pribadi dan merasa terkejut mengetahui adanya catatan kriminal pada diri DH.

Mereka berharap agar kasus ini dapat diselidiki secara menyeluruh dan agar pelaku menerima hukuman yang setimpal.

Dalam pengembangan terbaru, polisi menemukan bahwa DH tidak hanya berperan sebagai otak pembunuhan, tetapi juga sebagai penyedia tim pengintai yang memantau aktivitas Ilham Pradipta sebelum insiden tersebut.

Ini menunjukkan bahwa tindakan pembunuhan itu direncanakan dengan sangat hati-hati dan melibatkan lebih dari satu orang.

Saat ini, pihak kepolisian sedang menyelidiki motif di balik pembunuhan ini. Beberapa sumber mengatakan bahwa DH memiliki hubungan bisnis dengan Ilham Pradipta, tetapi hubungan tersebut mengalami keretakan yang menyebabkan konflik.

Meskipun demikian, polisi belum dapat memastikan apakah motif yang mendasari adalah berkaitan dengan uang atau alasan pribadi.

Mabes TNI juga memberikan tanggapan terhadap kemungkinan keterlibatan prajurit dalam kasus ini. Mereka menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada anggota TNI yang terbukti terlibat dalam pembunuhan Kepala KCP BRI tersebut.

Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan individu dengan catatan kriminal sebelumya serta menyoroti pentingnya melakukan pemeriksaan latar belakang dalam dunia bisnis dan perbankan.

Diharapkan, kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam membangun kerja sama dan memastikan integritas setiap orang yang terlibat.