JICT Efisiensi Logistik Indonesia dengan Terminal Booking System

Terminal Booking System JICT
Sumber :
  • Istimewa

 

img_title Terungkap, Ariel NOAH Bukan Kelahiran Bandung

VIVAJabar – Bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80, Jakarta International Container Terminal (JICT) resmi mengimplementasikan Terminal Booking System (TBS) bersama seluruh terminal peti kemas di Tanjung Priok. 

Sistem ini dihadirkan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kelancaran arus barang di pelabuhan terbesar Indonesia.

img_title Peterpan Berdiri Sejak 1 September 2000, Ini Penjelasan Andika

Direktur Utama JICT, Ade Hartono, menyebut implementasi TBS sebagai tonggak penting transformasi logistik nasional.

“Dengan TBS, kita membebaskan logistik nasional dari antrean panjang, waktu tunggu yang tidak pasti, dan biaya tinggi. JICT siap menjadi pelopor dalam menghadirkan layanan yang lebih tertib, modern, dan efisien,” ujar Ade dalam keterangannya, Selasa 19 Agustus 2025.

img_title Peterpan Bukan Kepanjangan dari 'Pemuda Terminal Antapani', Ini Penjelasan Andika

Terminal Booking System JICT

Photo :
  • Istimewa

Dengan TBS, setiap kendaraan pengangkut peti kemas kini memiliki jadwal pasti saat masuk kawasan pelabuhan. Dampaknya kemacetan berkurang, waktu tunggu truk lebih singkat, dan tata kelola terminal menjadi lebih teratur.

“Bagi pengguna jasa, sistem ini memberikan kepastian. Bagi operator pelabuhan, TBS menghadirkan tata kelola yang lebih teratur. Dan bagi Indonesia, langkah ini menjadi bagian dari upaya besar menurunkan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu kendala daya saing nasional,” kata Ade dalam keterangannya, Selasa 19 Agustus 2025.

Peluncuran sistem ini di hari kemerdekaan menjadi simbol kemajuan: bangsa ini tidak hanya memperingati sejarah, tetapi juga melangkah maju dengan inovasi nyata.

JICT menegaskan komitmen untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dan berkolaborasi dengan regulator, operator pelabuhan, dan pelaku usaha logistik agar sistem TBS berjalan optimal.

“Kami percaya, keberhasilan TBS tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh komitmen, koordinasi, dan konsistensi semua pihak. Inilah langkah bersama untuk logistik Indonesia yang lebih tangguh,” terangnya.