Polisi Update Motif Pembunuhan Ilham Pradipta
- Instagram @forumkeadilantv
VIVAJabar – Penyidik kepolisian masih terus mendalami motif di balik penculikan dan pembunuhan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Pemerintah, Mohamad Ilham Pradipta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi BBM, menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. “Sedang didalami,” ujarnya.
Hingga saat ini, polisi telah menangkap delapan tersangka. Empat di antaranya ditangkap oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, yakni AT, RS, RAH, dan RW alias Erasmus Wawo, yang merupakan pelaku penculikan.
Sementara empat tersangka lainnya, yaitu C, DH, YJ, dan AA, ditangkap oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya karena diduga sebagai aktor intelektual penculikan.
Ade Ary menegaskan bahwa keempat tersangka intelektual hanya terkait penculikan, bukan pembunuhan.
“Yang diamankan kan aktor intelektual penculikan,” jelasnya.
Penyidik masih menelusuri aktor pembunuhan Ilham Pradipta.
Ketika ditanya mengenai oknum F yang diduga memerintahkan empat tersangka penculikan, Ade Ary tidak memberikan komentar.
Informasi soal oknum F sebagai otak penculikan dan pembunuhan disampaikan oleh pengacara empat tersangka penculikan, Ardyanus Agal.
Agal menjelaskan bahwa peristiwa ini melibatkan tiga klaster: pengintai, penculikan, dan eksekutor.
Oknum F disebut terlibat dalam klaster eksekutor.
“Klaster ketiga itu yang melakukan eksekusi. Eksekusi dalam hal ini dari data penemuan kami di lapangan ada dugaan oknum,” ungkapnya.
Dia menambahkan, keempat tersangka penculikan tidak terkait dengan pengintai maupun eksekutor.
“Keempat tersangka penculikan dipastikan tidak terhubung dengan pengintai dan eksekutor,” jelasnya.
Mohamad Ilham Pradipta diculik di parkiran Lotte Mart Pasar Rebo, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, pada Rabu, 20 Agustus 2025. Aksi penculikan tersebut terekam CCTV.
Korban ditemukan tewas di persawahan Desa Naga Sari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis pagi, 21 Agustus 2025 pukul 05.30 WIB, dalam kondisi mata terlilit lakban serta tangan dan kaki terikat.
Hasil autopsi menunjukkan bahwa pelaku diduga membunuh korban dengan benda tumpul pada bagian dada dan leher.
Korban juga diduga tewas karena kekurangan oksigen akibat tekanan pada tulang leher dan dada yang menghambat pernapasan.