Kubu AHY Tanggapi Tantangan Debat Terbuka Moeldoko: Kehaluan Luar Biasa

Kuasa hukum Partai Demokrat, Mehbob
Sumber :
  • viva.co.id

Jabar – Seperti yang sudah tersiar, pimpinan Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) yang digawangi Moeldoko menantang Demokrat pimpinan AHY untuk debat secara terbuka dan disirkan ke media.

Tak hanya itu, melalui Kepala Departemen Komunikasi dan Informatika Partai Demokrat Versi Moeldoko Cs, yakni Saiful Huda Ems mengatakan, pihaknya menantang Trio Cikeas itu untuk beradu argumen tentang Politik dan hukum. Bahkan, Saiful menyebut tema debat yang pihaknya inginkan untuk diperdebatkan.

"Tantangan debat terbuka terhadap trio Cikeas. Menantang debat hukum dan politik terbuka terhadap Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhi Baskoro Yudhoyono (EBY) dengan tema: Siapa Begal Partai Demokrat Sesungguhnya?," kata Saiful, dalam keterangannya, yang dikutip pada Minggu, 9 April 2023.

Elit Partai Demokrat yang sah pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi tantangan tersebut. Melalui Deputi Bappilu, Kamhar Lakumani menyebut tantangan pihak Moeldoko tersebut tidak ada gunanya atau unfaedah, bahkan Kamhar menyebutnya sebagai kahaluas yang luar biasa.

"Istilah generasi zaman now, ini ‘unfaedah’ untuk direspon karena sejatinya pernyataan-pernyataan bombastis yang dipresentasikan hanyalah cara-cara untuk pansos alias panjat sosial," kata Kamhar saat dikonfirmasi VIVA, Minggu, 9 April 2023.

Dalam catatan Kamhar, sudah 16 kali kubu Moeldoko melakukan upaya hukum. Namun sebanyak itu pula ia kalah dan ditolak.

Lebih lanjut, Kamhar menyebut kubu Moeldoko sebagai gerombolan yang mengaku-ngaku dengan menyelenggarakan kongres abal-abal.

"KLB-nya abal-abal. Lebih pas disebut ‘kehaluan luar biasa'," ujar Kamhar.

Pun, dia menyinggung status Moeldoko yang notabene Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Dia menyebut purnawirawan jenderal itu memiliki rekam jejak sebagai kutu loncat politik.

Kamhar juga heran Moeldoko karena tak pernah sama sekali menjadi kader Demokrat. Namun, anehnya saat KLB di Deli Serdang pada Maret 2021, Moeldoko terpilih sebagai ketua umum.

"Tak pernah sama sekali menjadi anggota Partai Demokrat. Tak ada mekanisme atau alasan apa pun yang membenarkan tetiba menjadi ketum," tuturnya.

Bagi dia, Moeldoko untuk menjadi pengurus ditingkatan struktur partai terbawah juga cacat syarat. Dia menyarankan agar kepengurusan Moeldoko yang terus mengaku-ngaku sebaiknya belajar materi dasar-dasar organisasi.

"Yang bisa diikuti pada basic training organisasi kemahasiswaan, biar tak salah jalan dan malu-maluin," ujarnya.