Ini 9 Alasan Muhammadiyah Gunakan Metode Hisab dalam Tentukan Awal Bulan Hijriyah

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir
Sumber :
  • viva.co.id

Jabar – Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah berpotensi berbeda antara keputusan Muhammadiyah dengan keputusan pemerintah Republik Indonesia.

Menyikapi Perbedaan Keputusan 1 Ramadan 1446 Hijriyah antara Muhammadiyah dan Pemerintah

Diketahui, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal 1444 H jatuh pada hari Jum'at, 21 April 2023. Sementara pemerintah masih akan melakukan sidang Isbat dengan berpedoman pada hasil rukyatul hilal pada Kamis, 20 April 2023 sore ini.

Memang, Muhammadiyah menetapkan awal bulan Hijriyah dengan menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Sebuah metode perhitungan tentang wujud dan posisi hilal.

Pemerintah RI Tetapkan 1 Syawal 1445 H Jatuh pada 10 April 2024

Dikutip dari tvOnenews yang melansir situs resmi Muhammadiyah, diketahui setidaknya ada 9 alasan yang mendasari Muhammadiyah menggunakan metode Hisab.

1. Penggunaan hisab sebagai Spirit Al-Qur'an

Muhammadiyah Usul Hapus Sidang Isbat, kemenag Langsung Respon

Terdapat dua ayat yang mendorong untuk menggunakan perhitungan atau metode hisab dalam menentukan awal dan akhir bulan hijriyah, termasuk kapan Hari Raya Idul Fitri.

Pertama, Surat ar-Rahman ayat 5. Pada ayat ini, tidak sekedar memuat informasi, tetapi juga mendorong untuk melakukan perhitungan terhadap gerak matahari dan bulan.

Halaman Selanjutnya
img_title