FOMO : Virus Sosial yang Diam - Diam Menguras Mental
- Screenshot berita VivaNews
VIVAJabar - Di era media sosial yang serba cepat dan penuh sorotan, kita sering merasa tertinggal. Melihat orang lain liburan ke tempat indah, membeli barang terbaru, mendapat promosi kerja, atau sekadar nongkrong di tempat kekinian semuanya bisa memicu rasa iri, cemas, dan takut tertinggal.
Inilah yang disebut FOMO atau Fear of Missing Out.
FOMO bukan sekadar istilah tren. Ini adalah fenomena psikologis yang bisa berdampak negatif terhadap kesehatan mental, pengambilan keputusan, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Lalu, bagaimana cara agar kita tidak terjebak dalam pusaran FOMO?
Apa Itu FOMO?
FOMO adalah perasaan takut atau cemas karena merasa melewatkan pengalaman, informasi, atau peluang yang sedang dialami orang lain.
Gejalanya bisa berupa kecanduan media sosial, terus membandingkan hidup sendiri dengan orang lain, sulit menolak ajakan atau tawaran karena takut ketinggalan dan cemas jika tidak ikut dalam suatu tren atau kegiatan.
Cara Terhindar dari FOMO, yaitu :
Ilustrasi Work Life
1. Sadari bahwa Media Sosial Tidak Menampilkan Realita Penuh
Apa yang kita lihat di media sosial adalah highlight dari kehidupan seseorang, momen terbaik, paling bahagia, paling indah.
Sangat jarang orang membagikan kegagalan, kekecewaan, atau hari-hari biasa mereka. Menyadari hal ini akan membantu kita tidak mudah merasa minder atau tertinggal.
2. Latih Rasa Syukur
Alih-alih fokus pada apa yang tidak dimiliki, fokuslah pada apa yang sudah ada. Menulis jurnal rasa syukur setiap hari meski hanya 3 hal kecil telah terbukti secara ilmiah bisa meningkatkan kebahagiaan dan menurunkan kecemasan.
3. Tentukan Prioritas Pribadi
Tanyakan pada diri sendiri : "Apa yang benar-benar penting bagiku?" Bukan semua tren harus diikuti, dan tidak semua undangan harus diterima.
Fokus pada tujuan dan nilai pribadi akan membuat kita lebih bijak dalam mengambil keputusan.
4. Kurangi Waktu di Media Sosial
Luangkan waktu untuk detox digital. Batasi waktu bermain media sosial dengan fitur pengatur waktu harian atau dengan tidak membuka aplikasi tertentu setelah jam tertentu.
Gunakan waktu tersebut untuk hal yang lebih produktif, seperti membaca, olahraga, atau berbincang dengan keluarga.