Mantan Pimpinan KPK Laode Syarif Ungkap Geng Rafael Alun
- viva.co.id
Jabar – Laode Syarif yang merupakan mantan Wakil Ketua KPK mengatakan bahwa Rafael Alun Trisambodo beserta teman-temannya bukanlah kelompok yang baru mencuat dengan kasusnya dalam catatan lembaga anti rasuah itu.
Tetapi, Rafael Alun merupakan orang yang memang sudah dari dulu menjadi incaran KPK terkait asal usul harta kekayaannya.
"Rafael ini sudah diradar satu geng ya, ini bukan pemain baru satu grup ya kita merasakan bahwa kalau dia itu bukan eselon dua ke bawah tidak bisa kita tindaklanjuti dia karena dia bukan penyelenggara negara," ujar Laode kepada wartawan dikutip Senin 27 Maret 2023.
Laode juga mengatakan bahwa Rafael Alun tersebut tidak termasuk dalam kategori orang yang harus ditelusuri nilai kekayaannya. Karenanya, KPK sempat melakukan tindakan pencegahan terhadap ayah Mario Dandy itu demi menelusuri asal muasal harta yang ia miliki.
"Bukan domain KPK, makanya apa yang kita lakukan kita laporkan ke menteri keuangan pada waktu itu Sri Mulyani bahkan dirjen pajak setelah itu saya diminta pergi ke dirjen pajak untuk memberikan beberapa kali penyuluhan dan bagian pencegahan," kata Laode.
"Banyak memberikan support tapi mungkin setelah 3 tahun 4 tahun lupa lagi kembali lagi kembali seperti itu karena dia ini pemain lama," imbuhnya.
Sebagai informasi, Rafael Alun Trisambodo kembali dimintai klarifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jum'at, 24 Maret 2023.
Pada kesempatan itu, Rafael tak sendiri. Ia datang bersama sang istri. Dia juga menyikapi kabar yang menyebut dirinya akan kabur ke luar negeri tidak bisa dipertanggung jawabkan.
"Tidak benar kabar soal itu (kabur ke luar negeri). Saya selalu hadir saat diminta keterangan oleh KPK dan inspektorat jendral kemenkeu untuk mengklarifikasi harta saya," ujarnya.
Selain itu, Rafael Alun mrngungkapkan keberatannya jika dirinya dituding telah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Ia menegaskan bahwa dirinya selalu melaporkan kepemilikan harta dan sumber pendapatan serta dapat menjelaskan asal usul perolehan harta tersebut.
Tidak hanya itu, Rafael mengatakan keterangan PPATK soal pemblokiran rekening konsultan pajak yang diduga membantunya melakukan TPPU adalah anggapan sepihak, tanpa dasar, dan tidak masuk akal.