Lebaran Tak Lengkap Tanpa Ketupat! Ini Sejarah dan Filosofinya
VIVA Jabar – Saat Hari Raya Idulfitri tiba, ketupat menjadi hidangan khas yang selalu hadir di meja makan masyarakat Indonesia.
Sajian berbahan dasar beras ini biasanya disandingkan dengan opor ayam, rendang, atau gulai, menciptakan cita rasa khas yang dinanti-nantikan setiap Lebaran.
Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ketupat menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri?
Ketupat bukan sekadar makanan, tetapi memiliki nilai historis dan filosofi mendalam, terutama dalam tradisi Islam di Nusantara.
Hidangan ini pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, salah satu Wali Songo, sebagai bagian dari penyebaran agama Islam di Jawa.
Sunan Kalijaga mengenalkan istilah Ba'da Lebaran dan Ba'da Kupat, yang berarti perayaan setelah Lebaran dan perayaan setelah ketupat.
Ketupat Lebaran
- Screenshot berita VivaNews