Berwisata ke Kuansing Riau? Seru Bila Diagendakan Akhir Agustus, Pacu Jalur Siap Menghibur
- Screenshot berita VivaNews
Festival ini diselenggarakan di Tepian Narosa, pinggir Sungai Kuantan, sekitar 150 km dari Kota Pekanbaru.
Bagi pengunjung yang ingin merasakan keseruan Pacu Jalur, dapat dengan mudah mengakses lokasi ini, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum dari Pekanbaru.
Lomba dengan sejarah panjang sejak 1903 ini telah menjadi acara rutin yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Riau untuk menarik perhatian wisatawan dari seluruh Indonesia dan mancanegara untuk datang ke Riau, terutama Kabupaten Kuantan Singingi.
Destinasi Wisata Bahari, Tradisi Pacu Jalur (Kuansing-Riau)
- Screenshot berita VivaNews
Di era penjajahan Belanda, pacu jalur dihelat sebagai bagian dari perayaan tradisi, kenduri rakyat, serta untuk memperingati ulang tahun Ratu Belanda, Wilhelmina, pada tanggal 31 Agustus.
Tradisi pacu jalur ini dimulai setiap tanggal 31 Agustus dan berlangsung hingga 1 atau 2 September, dengan durasi 2-3 hari, tergantung pada jumlah peserta yang berkompetisi.
Saat ini, keanekaragaman warna kostum, dentuman meriam yang menandai awal lomba, dan sorakan para pendukung, semuanya menyatu menciptakan pesona khas budaya Kuantan Singingi, Riau, yang selalu dinantikan dan patut diapresiasi.
Destinasi Wisata Bahari, Tradisi Pacu Jalur (Kuansing-Riau)
- Screenshot berita VivaNews
Fungsi Penari di Atas Perahu
Ternyata di dalam perahu tersebut ada anggota tim disebut ‘anak pacu’ dengan beberapa tugas masing-masing dan sebutannya, seperti ‘tukang kayu’, ‘tukang concang’ yang menjadi komandan atau pemberi aba-aba, dan ‘tukang pinggang’ yang menjadi juru mudi.
Ada juga ‘tukang onjai’ yang bertugas memberi irama di bagian kemudi dengan cara menggoyang-goyangkan badannya, dan ‘tukang tari’ yang membantu ‘tukang onjai’ dalam memberi tekanan agar seimbang, agar perahu dapat berjungkat-jungkit secara teratur dan berirama.