Bagaimana Olahraga Pagi Hari Mempengaruhi Kualitas Tidur?
VIVAJabar – Kebiasaan berolahraga di pagi hari bukan hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga terbukti dapat meningkatkan kualitas tidur pada malam hari.
Tren olahraga pagi yang semakin populer di kalangan masyarakat urban tahun 2025, turut memicu perhatian kalangan medis dan ahli gaya hidup sehat terhadap kaitannya dengan pola istirahat yang lebih baik.
Olahraga pagi membantu mengatur ritme sirkadian tubuh secara alami.
Dengan melakukan aktivitas fisik di pagi hari, tubuh mendapatkan sinyal yang jelas tentang kapan waktunya aktif dan kapan waktunya istirahat.
Olahraga ringan seperti jalan kaki, jogging, yoga, atau stretching selama 20 hingga 30 menit di pagi hari mampu menurunkan kadar kortisol berlebih dan meningkatkan hormon serotonin serta melatonin, yang sangat penting dalam proses tidur.
Sebuah studi dari Indonesia Wellness Research 2025 juga menemukan bahwa 73 persen responden yang rutin berolahraga sebelum pukul 9 pagi melaporkan tidur lebih cepat dan lebih nyenyak dibanding mereka yang tidak berolahraga atau berolahraga di malam hari.
Ilustrasi Insomnia
- Pinterest/wellandgood.com
Berikut beberapa manfaat olahraga pagi terhadap kualitas tidur malam hari :
Mempercepat waktu tidur : Aktivitas fisik pagi hari membantu tubuh merasa lelah secara alami di malam hari.
Mengurangi gangguan tidur : Olahraga pagi menurunkan kecemasan dan stres, dua faktor utama yang mengganggu tidur.
Mengatur suhu tubuh dan hormon tidur : Suhu tubuh yang meningkat saat olahraga pagi akan turun di malam hari, membantu proses kantuk lebih optimal.
Meningkatkan durasi dan efisiensi tidur : Pelaku olahraga pagi lebih jarang terbangun di malam hari dibanding pelaku olahraga malam.
Namun, intensitas olahraga tetap harus disesuaikan. Jangan melakukan olahraga terlalu berat di pagi hari jika tidak terbiasa, karena justru bisa memicu kelelahan ekstrem yang mengganggu aktivitas siang.
Tren tahun 2025 juga menunjukkan lonjakan penggunaan aplikasi digital yang menggabungkan pelacakan olahraga dan kualitas tidur, seperti FitSleep, WakeWell, dan TrackMyMove, yang banyak digunakan oleh kelompok usia 25–40 tahun.