Perbandingan Kopi Susu dan Kopi Hitam, Mana yang Lebih Bermanfaat
VIVA Jabar –Banyak sekali orang-orang yang saat ini telah beranggapan bahwa dengan mengkonsumsi minum kopi susu ini lebih aman daripada mengkonsumsi kopi hitam.
Pastinya dalam hal ini akan memungkinkan sebuah sebab oleh salah satu pandangan bahwa sosok ini dapat menetralkan sebuah rasa pahit yang ada dalam kopi dan memberikan sensasi lebih lembut di tenggorokan.
Salah satu dokter yaitu dokter Prama Aditya yang telah mengatakan bahwa dengan mengkonsumsi susu ini dapat menambah resiko akan tetapi tergantung pada kondisi tubuh makin masih karena bagi mereka yang memiliki gangguan lambung kopi susu ini dapat menjadi double attack.
Kopi hitam
- -
Karena dalam kopi susu ini merupakan kombinasi antara kafein dalam kopi dan juga susu yang akan merangsang produksi asam lambung dan juga dapat memperburuk kondisi lambung yang sensitif dengan begitu para penderita gangguan lambung ini disarankan untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi kopi susu.
“Kalau kopi susu aman nggak buat lambung, dok? Tergantung, tergantung kondisi badanmu. Kalau misalkan kamu ada gangguan lambung, kopi susu itu bisa jadi double attack, namanya,” ungkap Dokter Prama.
Ternyata bukan hanya masalah lampu akan tetapi dengan mengkonsumsi kopi susu ini dapat mempengaruhi sebuah kondisi kulit terutama bagi mereka yang memiliki masalah kulit seperti jerawat ataupun orang-orang yang sensitif terhadap susu.
Dokter Prama juga telah memperingatkan bahaya dalam penambahan gula pada kopi susu karena gula putih ataupun gula aren ini memiliki efek yang sama yaitu dapat meningkatkan kadar gula darah yang berpotensi menyebabkan penambahan berat badan.
“Mau gula aren atau gula putih, sama-sama gula, sama-sama tetap akan bikin kamu gemuk,” jelas Dokter Prama.
Dokter Prama juga telah meningkatkan bahwa dalam kopi susu ini seringkali menjadi salah satu kadar gula yang tinggi terutama pada saat sudah diblender ataupun ditambah dengan pemanis.
“Buat aku pribadi, kalau oat campurannya agak unik. Maksudnya, diblender, kan oat itu karbohidrat, jadi kadar gulanya pasti lumayan tinggi. Di beberapa merek, itu juga ditambahin gula lagi dan minyak. Itu agak, ‘wow,’ gitu, gula ketemu minyak—horor buat saya,” ungkapnya.