DPRD Bandung Barat Siap Lepas Tunjangan Rumah

DPRD Bandung Barat
Sumber :
  • Instagram @infokbb_id

VIVAJabar – ‎‎Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhammad Mahdi, menegaskan bahwa pihaknya siap mengikuti instruksi pemerintah pusat terkait penghapusan tunjangan rumah bagi anggota dewan. 

img_title Gaji DPRD Bandung Dievaluasi, Begini Respons Edwin Senjaya

‎Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya meminta DPR RI untuk mencabut sejumlah tunjangan sebagai bentuk merespons keresahan publik.

‎Mahdi menyampaikan, DPRD Bandung Barat tidak memiliki kewenangan untuk menolak aturan yang ditetapkan di tingkat pusat. 

img_title Pengamat Sebut Gubernur Jawa Barat Takut DPRD, Ini Alasannya

‎Menurutnya, seluruh anggota dewan di daerah harus tunduk terhadap kebijakan tersebut.

‎“Kami mengikuti aturan di atas aja. Kami nggak bisa menentang aturan. Masalah cukup atau tidak, gimana kita bersyukur aja,” kata Mahdi saat ditemui, Senin, 1 September 2025.

img_title Wakil Ketua DPRD Jabar Curhat Tunjangan Rp71 Juta Belum Cukup Beli Rumah

Ketua DPRD Bandung Barat

Photo :
  • Instagram @infobandungbarat

‎Dia menjelaskan, terdapat perbedaan mekanisme antara tunjangan rumah anggota DPRD daerah dengan yang berlaku di tingkat nasional. 

‎Meski demikian, jika aturan resmi menghapus tunjangan tersebut, DPRD Bandung Barat siap menaatinya.

‎“Kalau tunjangan itu dihilangkan dan jadi aturan, kenapa tidak? Nominalnya juga beda, saya gak bisa ungkap karena beda-beda dan gak etis,” ujarnya.

‎Selain itu, Mahdi mengingatkan agar para anggota legislatif lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik. 

‎Dia menilai, saat ini masyarakat semakin peka terhadap kebijakan pemerintah, sehingga ucapan wakil rakyat harus bijak dan tidak menyinggung perasaan publik.

‎“Kami mengimbau kepada teman-teman untuk tidak memberikan statement yang justru melukai masyarakat. Berkata dengan perkataan yang baik. Kalau tidak bisa, mending diam,” tegasnya.

‎Di tengah isu hangat mengenai tunjangan, Mahdi memastikan bahwa roda kinerja DPRD Bandung Barat tetap berjalan normal

‎Saat ini, dewan sedang fokus membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). 

‎Dia menekankan pentingnya pembahasan tepat waktu agar program pokok dan aspirasi (Pokir) legislatif tidak terganggu.

‎“Sekarang kita ngantor jalan terus lagi bahas KUA-PPAS. Kalau itu gak dibahas telat, Pokir bagaimana?” tuturnya.

‎Dengan demikian, DPRD Bandung Barat menegaskan komitmennya untuk mengikuti kebijakan pusat, sembari tetap menjaga kelancaran proses pembahasan anggaran daerah.