Ibu Ken Admiral: Tidak Ada Jalan Damai Lagi
- Berbagai Sumber
VIVA Jabar – Ibu korban penganiayaan oleh anak AKBP Achiruddin Hasibuan, Elvi Indri membeberkan kejadian yang menimpa anaknya, Ken Admiral. Menurut Elvi, kejadian tersebut begitu kejam.
“Diinjak-injaknya anak saya, kalau lah itu anjing gigit kita, sudah ampun-ampun. Pak Achiruddin malah nyemangatin anaknya. Untung anak saya tidak meninggal,” sebut Elvi Indri.
Lebih lanjut, Elvi mengungkapkan bahwa AKBP Achiruddin sempat mendatangi rumahnya. Alih-alih minta maaf, Perwira polisi itu justru menunjukkan kegeramannya terhadap keluarga Ken Admiral.
Achiruddin, menurut Elvi, marah-marah hingga mengucapkan kata-kata kotor.
“Pak Achiruddin emosi, jadinya ribut di rumah saya pak. Dan tidak ada jalan perdamaian lagi. Harusnya pak Achiruddin jangan marah-marah di rumah saya,” sebut Elvi.
Atas hal itu, keluarga Ken Admiral menyatakan tidak akan berdamai dengan Aditya Hasibuan dan AKBP Achiruddin Hasibuan. Meminta proses hukum tetap berjalan dengan hukum berlaku.
"Maaf perdamaian sudah kami coba, tapi tidak titik temunya. Saya minta dan memang anak saya, dipijak-pijak melebihi dari binatang, kami minta proses hukum lancar aja," tutur Elvi.
Elvi menambahkan, pihak keluarganya mengatakan bahwa sejak dilaporkannya kasus penganiayaan itu ke Polrestabes Medan pada 22 Desember 2023 lalu, polisi dinilai lambat menangani laporan tersebut. Hingga akhirnya, keluarga korban melaporkan ke Polda Sumatera Utara dan laporan tersebut langsung mendapat respon.
"Saya tidak menyangka dan saya bukan orang siapa-siapa, saya tidak bisa bilang lagi Polda. Betul-betul (dilakukan penyidikan), tidak benar orang Polda tidak bekerja. Di Polda ini, hanya 15 hari (AH jadi tersangka)," jelas Elvi.
Kemudian, Ibu kandung Ken Admiral mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak yang langsung menindak lanjuti laporan penganiayaan itu.
Selain itu, ia juga tidak mendapat intimidasi selama kasus itu bergulir.
"Tidak (intimidasi) ada, luar biasa tim Polda dan ucapkan terima kasih. Tidak ada damai, biar lah proses hukum yang berjalan," ucap Selvi.
Elvi menjelaskan bahwa anaknya harus kembali kuliah di salah satu universitas di Inggris dengan luka, yang belum sembuh. Karena, harus mengikuti ujian, pascapenganiayaan tersebut.