Pesantren dan Demokrasi
- Istimewa
Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Zamroni (2011:39) bahwa pendidikan harus mampu melahirkan manusia-manusia yang demokratis. Tanpa manusia- manusia yang memegang teguh nilai-nilai demokrasi, masyarakat yang demokratisanya akan merupakan impian belaka.
Kehidupan masyarakat yang demokrasi yang melahirkan kesadaran dan keyakinan bahwa hanya dalam masyarakat demokratislah dimungkinan warga bangsa untuk memaksimalkan kesejahteraan dan kebebasan.
Seperti sebuah negara, pondok pesantren juga merupakan suatu organisasi, layaknya masyarakat mini yang memiliki warga dan peraturan.
Pondok pesantren merupakan sebuah organisasi, yakni unit sosial yang sengaja dibentuk oleh beberapa orang yang satu sama lain berkoordinasi dalam melaksanakan tujuannya untuk mencapai tujuan bersama. Tujuannya yaitu mendidik anak-anak dan mengantarkan mereka menuju fase kedewasaan, agar mereka mandiri baik secara spiritual, psikologis, biologis, maupun sosial.
Menurut Suparno (2004:57) dalam pendidikan demokrasi menekankan pada pengembangan ketrampilan intelaktual, ketrampilan pribadi dan sosial. Dalam dunia pendidikan agama harus ada tuntutan kepada pondok pesantren untuk mentransfer pengajaran yang bersifat akademis ke dalam realitas kehidupan yang luas di masyarakat.
Demokrasi di Pondok Pesantren dapat diartikan sebagai pelaksanaan seluruh kegiatan pesantren yang sesuai dengan nilai-nilai demokrasi. Pesantren sebagai lembaga pendidikan sangat diharapkan peran sertanya dalam menumhkan dan membudidayakan nilai-nilai demokrasi. Sehingga pemahaman nilai-nilai demokrasi kepada santri melalui pengembangan civic dispotion (watak kewarganegaraan) santri, mampu menghadapi realitas sosial dalam kehidupan.
Penanaman nilai-nilai demokrasi ini dilakukan dalam rangk membina santri agar mereka tidak tercabut dari akar budaya demokrasi yang seutuhnya ketika mereka berhadapan dengan realitas sosial budaya di era globalisasi.
Untuk mengembangkan civic character (watak kewarganegaraan) santri proses pendidikan yang dilakukan di pesantren dengan berbagai cara yaitu: (1)keteladanan; (2) latihan dan pembiasaan; (3) mendidik melalui ibrah (mengambil pelajaran); (4) mendidik melalui mauidzah (nasehat); (5) mendidik melalui disiplin; dan (6).
Penulis: DR.MOHAMAD IQBAL.ST.MH | DOSEN TETAP STAI ASSHIDDIQIYAH KARAWANG