Berkah Undang-Undang, Pelaksanan Pilkades di 165 Desa Ditunda

Kadispemdes Dadan.
Sumber :

Jabar – Presiden RI Joko Widodo menandatangani dokumen Undang-Undang (UU) nomor 6 tahun 2014 tentang Desa yang membuat sejumlah revisi ketentuan sebelumnya.

Sekda Jabar Tekankan Empat Analisis Kunci di Forum Konsultasi Publik RPJMD 2025-2029

Sejumlah poin penting dalam dokumen setebal 31 halaman itu, diantaranya terdapat pasal 39 yang mengatur masa jabatan kepala desa dari 6 tahun menjadi 8 tahun dan dapat dipilih maksimal dua kali masa jabatan.

"Setelah UU tersebut disahkan. Ada 165 desa yang seharusnya menggelar Pilkades di tahun 2025, ditunda pelaksanaannya," ujar Kepala Dispemdes Subang, Dadan Dwiyana, Senin (6/5).

5 Pesan Penting untuk Camat dan Lurah Soal Mitigasi Banjir di Jabar dari Gubernur Dedi Mulyadi

Padahal, anjutnya, Dispemdes Subang telah mengausulkan anggaran Rp35 miliar, guna pelaksanaan Pilkades di 165 desa Kabupaten Subang tersebut.

"Bisa dikatakan ini berkah dari Undang-Undang. Dari 165 Kades yang seharusnya habis masa jabatan pada tahun 2025. Secara otomatis diperpanjang, Pemda pun bisa menunda pengeluaran untuk anggaran pelaksanaan Pilkades," kata Dadan.

Gubernur Dedi Mulyadi Bakal Terbitkan Pergub Pembayaran Pajak : Mau Bayar Tapi Dipersulit

Disinggung, adakah kenaikan penghasilan tetap (Siltap) bagi Kades pasca pemberlakuan Undang - Undang tersebut, Dadan mengungkap, dari 245 Desa yang ada di Kabupaten Subang, tidak ada peningkatan pengalokasian Alokasi Dana Desa (ADD) karena rumusnya masih sama.

Sebelumnya, Kelompok Anti Korupsi, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik usulan perpanjangan masa jabatan Kades, karena data korupsi di tingkat desa cukup memprihatinkan.

Halaman Selanjutnya
img_title