Hati-hati! Ini Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi Menurut Ulama

Perayaan malam tahun baru (foto ilustrasi).
Sumber :
  • pinterest

VIVAJabar – Tahun baru biasanya dirayakan secara meriah. Banyak orang mulai dari anak muda hingga dewasa, bahkan yang sudah tua sekalipun bergembira dan merayakan pergantian tahun baru masehi. Lantas bagaimana hukumnya menurut ulama?

Jubir FPI Ungkap Alasan Habib Rizieq Menikah Lagi

Bentuk perayaan tahun baru secara umum biasanya dilakukan dengan menyalakan kembang api, meniup terompet, dan berkumpul bersama sembari bersorak mengiringi letupan kembang api atau petasan.

Bagi sebagian orang, momen tahun baru ini dijadikan sebagai waktu untuk menyambut kehidupan baru. Karenanya dirayakan dengan berbagai bentuk perayaan.

Ada Sejak Zaman Rasulullah, Ini Keutamaan Tadarus yang Jadi Tradisi di Bulan Ramadan

Namun, Islam mengatur kehidupan ummat begitu detail agar tidak terjerumus kepada hal-hal negatif, baik secara individu, sosial, fisik, psikis, terlebih tidak mengancam aqidah.

Menurut Ustadz Khalid Basalamah, hukum merayakan tahun baru adalah haram. Sebab, hal tersebut merupakan kebiasaan kaum nasrani.

6 Makanan Sehat Ini Baik Jadi Menu Makan Sahur di Bulan Ramadan

"Bagaimana ayat ini (Surat Al-Kafirun) ini turun 1400 tahun yang lalu, tidak boleh mengikuti acara ritual mereka, itu merusak aqidah," jelas Ustadz Khalid Basalamah yang dikutip pada Selasa, 31 Desember 2024.

Selain itu, Ustadz Khalid Basalamah berpendapat bahwa merayakan tahun Baru Masehi hanya buang-buang waktu seperti begadang, meniup terompet, menyalakan kembang api. Apalagi dirayakan dengan minuman keras dan zina, hal itu jelas haram.

Halaman Selanjutnya
img_title