Mahfud MD Mundur dari Menkopolhukam, Singgung Etika dengan Pribahasa Jawa

Mahfud MD
Sumber :
  • Screenshot berita VivaNews

VIVA Jabar – Kabar mundurnya Mahfud MD dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) ternyata bukan isapan jempol belaka.

Perkuat Hilirisasi Jokowi, Pabrik Pipa Seamless Pertama di Asia Tenggara Senilai 5 Triliun Dibangun

Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 3 itu membulatkan tekatnya terlebih setelah berembuk dengan Capres Ganjar Pranowo dan koalisi partai pengusungnya di Pilpres 2024.

Namun demikian, Mahfud MD tidak serta-merta mundur begitu saja. Pria berdarah Madura itu menempuh tahapan seperti menemui Menteri Sekretaris Negara (Menseneg) Pratikno agar mengatur jadwal untuk bertemu langsung dengan Presiden Jokowi dan menyampaikan langsung surat pengunduran dirinya atau pamitan secara baik-baik.

Survei IPO Kepuasan Kinerja Presiden Jokowi dan Bupati Karna Sobahi di Majalengka Capai 96 Persen

Dalam satu kesempatan Mahfud bahkan menyinggung soal etika. Ia bahkan melontarkan pribahasa Jawa soal etika tersebut.

"Karena kami diberi tugas dan menerima tugas dengan saling menghormati, maka saya tidak akan tinggal glanggang colong playu. Saya akan pamit baik-baik," ujar Mahfud di Lampung, Rabu (31/1/2024).

Prediksi Presiden Jokowi Soal Pertandingan Indonesia Vs Filipina

Untuk diketahui, makna dari pribahasa Jawa tinggal glanggang colong playu adalah mudah meninggalkan tanggung jawab.

Kemudian, Mahfud mengungkapkan bahwa dirinya diangkat secara terhormat dan penuh kepercayaan oleh presiden Jokowi. Karenanya, ia akan mengembalikan tanggung jawab itu secara terhormat pula.

"Etika itu adalah ekspresi dari moral. Etika itu adalah ekspresi dari kejujuran. Etika itu adalah ekspresi dari penghayatan keagamaan dan kesantunan budaya," ujar Mahfud.

Mahfud menyampaikan bahwa surat pengunduran dirinya akan ia serahkan langsung begitu ada jadwal bertemu dengan presiden Jokowi. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu memperkirakan ia bisa bertemu dengan Jokowi pada Kamis, 1 Februari 2024 besok.

"Dan surat ini akan disampaikan begitu saya mendapat jadwal ketemu dengan Presiden (Jokowi), tapi saya bawa terus karena memang surat ini begitu saya diberi waktu langsung saya sampaikan surat ini," kata Mahfud.