Kuliner Terlupakan: 7 Makanan Khas Jawa Barat yang Hampir Punah

Surabi oncom, makanan khas Jawa Barat.
Sumber :
  • pinterest

JabarJawa Barat, sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan budaya, juga memiliki keanekaragaman kuliner yang luar biasa. Namun, di balik kepopuleran sate maranggi dan nasi timbel, terdapat beberapa makanan tradisional yang mulai terlupakan dan berisiko punah.

img_title Diserang Isu Tunjangan Fantastis, Dedi Mulyadi Justru Lakukan Hal Tak Terduga

Berikut adalah tujuh makanan khas Jawa Barat yang hampir punah dan perlu kita kenali kembali:

1. Peyeum Manis

img_title Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, Selasa 16 September 2025

Peyeum atau tape singkong yang difermentasi menjadi manis ini mulai jarang ditemukan. Peyeum biasa dinikmati sebagai camilan atau diolah menjadi berbagai jenis kue tradisional.

2. Doclang

img_title Bikin Lupa Diet, 7 Kuliner Menggoda Dekat Gedung Sate Bandung

Doclang adalah makanan dari Bandung yang terdiri dari ketupat, tahu goreng, dan telur rebus yang disajikan dengan kuah kacang. Penganan ini semakin sulit ditemukan seiring berkembangnya variasi street food modern.

3. Colenak

Terbuat dari tape ketan hitam dan disajikan dengan kelapa parut serta sirup gula merah, colenak adalah hidangan penutup yang nikmat namun mulai ditinggalkan oleh generasi muda.

4. Surabi Oncom

Surabi oncom adalah variasi dari surabi yang menggunakan topping oncom, bumbu khas Jawa Barat. Meskipun masih populer di beberapa area, jumlah penjualnya semakin berkurang.

5. Buntil Daun Singkong

Buntil adalah makanan tradisional berupa daun singkong yang diisi dengan campuran kelapa dan ikan teri, kemudian dibungkus dan dimasak dengan santan. Kompleksitas dalam pembuatannya menjadikan buntil jarang diproduksi.

6. Gecok

Gecok adalah masakan khas Tasikmalaya yang terbuat dari daging sapi yang dimasak dengan bumbu khusus. Seperti banyak hidangan tradisional lainnya, gecok kini jarang dijumpai.

7. Papais Cisaat

Papais Cisaat adalah makanan khas Sukabumi yang terbuat dari nasi yang dibungkus daun pisang dan dicampur dengan ikan asin dan sayuran. Keterbatasan bahan dan pergeseran selera masyarakat membuatnya semakin langka.

Inisiatif pelestarian makanan khas Jawa Barat ini penting untuk menghidupkan kembali warisan kuliner yang nyaris terlupakan tersebut. Dengan mempromosikan dan menyajikan kembali makanan-makanan ini, kita dapat membantu melestarikan sebagian dari identitas budaya daerah.