Sering Berada di Perayaan Setelah 15 Hari Imlek, Berikut Sejarah Asal-Muasal Lontong Cap Gomeh
- Pinterst
VIVAJabar – Imlek menjadi perayaan tahun baru yang ditungg-tunggu oleh masayrakat tionghoa. Pasalnya perayaan ini menjadi kepercayaan bagi masayarakat tionghoa akan mendapatkan keberutungan.
Lontong Cap Gomeh
Masyarakat tionghoa mempersiapkan imlek dengan suka cita. Setelah perayaan imlke dilewati selama 15 hari, warga tionghoa akan merayakan kembali akhir imlek yadisebut jga cap gomeh.
Setelah 15 hari warga tionghoa akan merayakan Cap Gomeh dengan menyantap lontong ca gomeh. Lontong Cap Gomeh merupakan masakan hasil campuran dua kebudayaan Tionghoa dan Jawa.
Dilansir dari kanal YouTube @transmediajabar pada Senin, 27 Januari 2025, Makanan khas ini memiliki filosofi bahwa yang memakan lontong cap gomeh akan panjang panjang umur dan dilimpahkan rezeki.
Menurut peneliti budaya dan religi Tionghoa di Jawa Barat sekaligus dosen di Departemen Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Pajajaran. Eko Wahyu Kusandoyo mengatakan,
Secara filosofi, lontong adalah nasi yang dibentuk panjang, memiliki makna harapan bahwa orang yang diberi subuhan itu panjang umur. Beragam jenis lauk pada lontong cap gomeh juga ada akulturasi budaya Tionghoa dengan Jawa Tengah.
Lontong Cap Gomeh
Lontong cap gomeh ada karena terdapat campur budaya lewat perkawinan warga tionghoa dengan warga lokal sehingga merayakan hari cap gomeh lontong sebagai menu tambahan dari tanah Jawa.
Menurut Eko penyajian lontong cap gome harus ada dalam satu wadah dan penuh sampai ke atas. Memiliki harapan bahwa di tahun baru Imlek warga Tionghoa dikaruniai rezeki yang melimpah.
Itulah sejarah lontong cap gomeh, makanan khas tiong hoa di perayaan cap gomeh sebagai harapan diperpanjangkan umur dan dilimpahkan rezeki.